Bunda Kesulitan Memulai Weaning with Love ? Yuk Simak Beberapa Tips Berikut

November 01, 2018


Seiring berkembangnya teknologi, tentu memudahkan bagi para ibu millenial untuk mengakses berbagai informasi seputar dunia pengasuhan. Menyusui misalnya,  jika kita cermati, beberapa tahun kebelakang sangat massif kampanye mengenai pentingnya pemberian ASI bagi bayi, ditengah gencarnya para produsen susu formula mempromosikan produk mereka di berbagai media seperti misalnya dalam bentuk iklan di televisi.

Foto : Flickr.com
ASI (Air Susu Ibu) mengandung beragam manfaat yang dibutuhkan bayi, efeknya tak hanya untuk saat ini, namun berdampak panjang hingga mereka dewasa. ASI mengandung berbagai komponen yang penting untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga anak tidak akan mudah terserang berbagai penyakit. ASI juga berperan dalam membentuk kelekatan atau bonding bagi ibu dan anak, karena saat proses menyusui ada skin to skin contact juga antara ibu dan anak. Selain itu, bayi pun akan merasa nyaman dan aman berada dalam dekapan ibu karena ia bisa mendengar irama merdu detak jantung si ibu. Itu semua menciptakan kedekatan secara emosi bagi ibu dan bayi hingga sang bayi tumbuh dewasa. Bukankah kita sering mendengar istilah Breastfeeding isn't about milk, its also about love.

Dengan beragam manfaat yang ditawarkan dari proses menyusui itulah yang pada akhirnya membuat para ibu millenial melakukan berbagai cara agar bisa menyusui bayinya hingga 2 tahun. Mereka begitu menikmati masa-masa pembentukan bonding dengan sang buah hati. Suka duka mereka rasakan termasuk moment bangun malam dan begadang.

Tak terasa kini sang buah hati tercinta sudah memasuki usia 2 tahun. Tiba saatnya untuk menyapih.
Secara turun-temurun, ibu atau nenek kita dahulu mungkin pernah bercerita tentang bagaimana sulitnya menyapih anak. Tak jarang pula cara-cara yang dilakukan justru terkesan seperti memaksa, seperti meninggalkan anak di rumah dengan kakek-neneknya, membiarkan anak menangis berkepanjangan, hingga mengoleskan sesuatu yang tidak enak pada payudaranya seperti mengoleskan minyak kayu putih, bahkan ada yang mengoleskan obat luka pada payudara si ibu agar si anak ketakutan dan akhirnya menolak untuk disusui.
Cara-cara tersebut bisa jadi berhasil, bisa juga tidak, tapi sedikit banyak kepercayaan si anak pada ibunya justru bisa berkurang karena ada unsur kebohongan di dalamnya serta bisa menimbulkan trauma dalam diri si anak.
Saat ini, ada cara menyapih yang dianggap paling nyaman, yaitu Weaning with Love atau Menyapih dengan Cinta. Saya pun pernah mempraktikkannya kepada anak pertama saya. Memang tidak mudah dan butuh perencanaan serta persiapan yang matang jauh hari sebelum sang anak tepat berusia 2 tahun. Sabar dan telaten, itu kuncinya. Lalu apa saja yang harus kita persiapkan ?. Yuk kita simak tips berikut, ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.

1. Mempersiapkan mental si ibu terlebih dahulu.
    Hal ini penting, karena rasa sayang dan iba terkadang membuat si ibu tidak tega untuk tidak memberi ASI saat anak sedang rewel-rewelnya, hingga akhirnya proses menyapih pun tertunda hingga beberapa bulan lamanya. Padahal proses menyapih itu ya harus dimulai!, mau tidak mau, suka tidak suka.

2. Mempersiapkan mental si anak dengan sounding minimal 2 atau 3 minggu sebelumnya.
Gunakan bahasa dan kalimat yang mudah dipahami. Anak usia 2 tahun tentu sudah memahami instruksi, perintah, dan larangan. Contohnya misal, "Dik, Wah tak terasa Adik sekarang sudah besar, kita mimi nya di gelas aja yuk seperti ayah dan ibu". Proses sounding ini harus diulang terus setiap hari agar alam bawah sadarnya terbiasa.

3. Libatkan Ayah dengan briefing jauh hari sebelumnya.
Sang anak yang sejak bayi terbiasa disusui sebelum tidur hingga akhirnya terlelap, kemudian saat bangun tengah malam pun yang pertama kali dicari adalah puting ibu, tentu tak mudah baginya ketika tiba-tiba kebiasaan selama hampir 2 tahun itu hilang begitu saja. Kenyamanan saat disusuilah yang membuat mereka terlelap. Saat menyapih dimulai, usahakan agar si anak  bisa tertidur dan bangun malam tanpa harus menyusu. Dengan mengondisikan suasana kamar lebih temaram misalnya, mengusap-usap punggung bayi, bahkan menggendong. Namun itu semua bukanlah hal yang mudah jika hanya dilakukan oleh ibu seorang diri, karena proses weaning with love ini butuh kesabaran yang panjang. Sosok ayahlah yang akan menggantikan ketika ibu lelah meninabobokkan sang anak yang tak kunjung memejamkan mata bahkan menunjukkan kekesalan dan kemarahannya. Sehingga ayah butuh dijelaskan teknis pelaksanaannya nanti bagaimana. Oh ya, jangan lupa sediakan air putih atau susu di dekat ranjang agar ketika bayi bangun tengah malam mudah bagi ibu untuk menghilangkan dahaga sang anak.

4. Mengurangi Frekuensi Menyusu dan Mengalihkan Perhatian Anak di Siang Hari.
Secara bertahap, kurangi frekuensi pemberian ASI salah satunya dengan mengalihkan perhatian sang anak terutama ketika ada tanda-tanda ia ingin menyusu. Salah satu caranya dengan mengajaknya bermain, membacakan cerita, hingga aktivitas menyenangkan di luar rumah.
5. Memperbanyak Porsi Makan Berat dan Camilan
Ini penting, agar lambung si anak tidak cepat kosong. Kenalkan ia dengan berbagai menu sehat dan seimbang, bila perlu ajak si kecil membuat camilan sehat. Intinya, kandungan nutrisi dan kebutuhan kalori harian si anak harus tercukupi meski kini ia tak lagu menyusu.

Itulah beberapa tips yang telah saya praktikkan saat memulai Weaning With Love anak pertama saya dan terbukti berhasil. Semoga menginspirasi ya bunda.






You Might Also Like

11 komentar

  1. Pengennya sih weaning with love but I have too much love. Hihiii ... Jadilah 2 tahun lewat dikit pengalamanku nyapih si solihah.

    BalasHapus
  2. Aku setuju banget tentang mempersiapkan mental ibu, kalau wwl gini dulu malah aku sebagai ibunya yang malah baper. Anaknya alhamdulilah ga rewel super baik.

    BalasHapus
  3. Allhamdulillah aku juga udah melewati itu dengan metode WWL juga. Tapi tetep ada perasaan baper waktu menyapih anak

    BalasHapus
  4. Keren tipsnya Mbak..lebih kurang sama
    Tapi molor dikit saya
    Sulung 2 tahun sebulan dan si bungsu 2 tahun 2 bulan disapihnya

    BalasHapus
  5. Hahahah kok ini problematika aku bangeeet siihhh.. Si bungsu sekarang udah 2.5tahun gak weaning2 niih huhuhu.. Padahal semua tips sudah dicoba, apa mungkin karena mamaknya belum ikhlas2 amat ya? Hihihi.. Anak ke2 wearing usia 3 tahun malahan hahaha gawat bangeeet

    BalasHapus
  6. Muantab tipsnya.
    Saya sangat suka menyusui karena ASI yg melimpah. Si kk memang 2 th tp si Ade 5 th baru berhenti, padahl saya sering tinggal dinas berhari-hari...katanya lemas klo ga nenen...hahaha

    BalasHapus
  7. Mantap tipsnya. Alhamdulillah, si kecil udah melewati masa2 itu. Weaning with love semoga menjadi forever love baginya sepanjang usia pertumbuhannya ya :)

    BalasHapus
  8. Setuju banget mbak, memang butuh bantuan ayah saat proses menyapih si kecil.
    Secara para ayah lebih bisa berpikir logis demi kebaikan si kecil, daripada para emak yg lbh mengedepankan perasaannya. 👍

    BalasHapus
  9. Makasih tipsnya mba, siap dipraktekkan kl nanti memyusui ya.

    BalasHapus
  10. Ah, weaning with love. Aku berkhayal bisa melaukan ini. Yg anak kedua malah kubiarkan sampai umur 3 th baru disapih. Nunggu mental siap. Hehe. Tapi yg pertama aku gak siap2 sampai tiba saat melahirkan anak kedua. Hihihi. Ngasi sambil hamil yg kedua dah

    BalasHapus
  11. Anak ku udah 2y5m ini gak weaning2. Udah nyoba cara2 yang disarankan, tapi belum berhasil juga. Kayaknya karena saya dan bapaknya belum kompak nih.

    BalasHapus