Marimas Ecobrick : Sayangi Bumi dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Benda Bernilai Artistik

November 28, 2018

Seperti yang kita ketahui, sampah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena setiap harinya kita pasti menghasilkan sampah, dan sumbangsih terbesar berasal dari jenis sampah plastik. Produksi sampah plastik yang semakin hari semakin meningkat tidaklah sebanding dengan lahan atau tempat penampungan sampah. Belum lagi adanya peningkatan jumlah penduduk, kurangnya kesadaran masyarakat, serta perilaku konsumtif yang semakin hari semakin meningkat, itu semua pada akhirnya membuat sampah menjadi sebuah masalah yang besar dan kompleks. 

Kalian pasti sudah tahu kan bahwa jenis sampah plastik proses penguraiannya membutuhkan waktu hingga ratusan tahun, sedangkan sebagian besar produk baik itu makanan, minuman, maupun jenis produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan shampoo hampir semuanya dikemas menggunakan plastik. 

Fakta Mengejutkan tentang Sampah Plastik

Produksi sampah plastik semakin hari semakin meningkat, Sumber foto : artikel.rumah123.com



Kawan, sebagian dari kita tentu sudah akrab dengan tagline "Indonesia Darurat Sampah" yang sudah lama bergema dan sampai kini masih menjadi PR besar bagi pemerintah Indonesia. Bagaimana tidak, berdasarkan penelitan dari Jenna Jambeck, seorang peneliti dari Georgia, Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah Tiongkok . 

Hal lain yang sangat memprihatinkan adalah fakta bahwa sampah plastik juga bisa merusak ekosistem laut, terbukti dengan 100.000 hewan laut dan 1 juta burung laut mati setiap tahunnya karena memakan atau terlilit sampah yang ada di lautan. Belum lagi bencana banjir yang diakibatkan oleh semakin menumpuknya jumlah sampah plastik di sekitar kita.

Menyadari hal itu, PT. Marimas Putera Kencana yang sebagian besar produknya dikemas menggunakan plastik, sudah sejak lama berupaya turut serta memikiran bagaimana solusi terbaik untuk meminimalisir dampak buruk dari pembuangan sampah plastik. Dimulai dengan program tukar bungkus kosong Marimas kepada pedagang yang kemudian dikembalikan ke pabrik untuk diserahkan kepada mitra-mitra bank sampah agar nantinya dapat di daur ulang menjadi barang yang berguna.

Namun, seiring berjalannya waktu, akhirnya PT. Marimas Putera Kencana membuat terobosan baru tentang pengolahan sampah yang lebih efektif, mudah, murah, dan efisien. Yups, kita mengenalnya dengan Marimas Ecobrick, yakni teknik mengolah sampah plastik dengan cara mengubahnya menjadi barang baru yang bisa dimanfaatkan bahkan bernilai artistik, caranya dengan memasukkan bungkus plastik ke dalam botol-botol lalu kita susun menjadi sebuah modul.  

Mengapa Harus Ecobricks ?

Karena terbatasnya pengetahuan, banyak dari kita yang menggunakan cara pembakaran untuk memusnahkan sampah. Padahal dampak pembakaran itu justru berbahaya bagi kesehatan manusia juga bisa mencemari lingkungan karena zat karsinogen yang dihasilkannya.
Maka metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) masih menjadi andalan untuk menangani masalah sampah plastik. Salah satu cara mengolah sampah yang sangat efektif yakni dengan teknik Ecobricks.
Contoh berbagai kemasan plastik yang dimasukkan ke dalam botol untuk membuat ecobricks, Sumber gambar: idesign.vn
5 hal dibawah ini mampu menjawab alasan mengapa ecobricks dianggap paling cocok dan efektif. Bahkan dalam situs ecobricks.org, ecobricks disebut sebagai "solusi akar rumput" terhadap permasalahan sampah plastik, apa sajakah alasannya ?

1. Teknologi ecobricks yang sederhana ini nantinya akan mampu menjaga agar sampah plastik dan C02 ke luar biosfer (sumber: marimas.com) 
2. Ecobricks menuntut setiap individu bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.
3. Ecobricks memungkinkan orang-orang bergerak bersama melalui wadah komunitas yang nantinya akan menjalankan banyak proyek bersama
4. Dengan teknik yang mudah dan murah, nampaknya tak sulit untuk kita mempelajari dan memulainya hingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang melekat pada diri dan komunitas masyarakat.
5. Jangan dikira, hasil dari ecobricks ini ternyata punya nilai artistik tinggi. Bentuk dari rangkaian modul-modul ini akan menghasilkan sebuah barang baru yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti furniture, hiasan taman, bahkan bisa dibuat menjadi rangkaian konstruksi yang kuat untuk membangun sebuah rumah.

 Apa saja Kegiatan Seru Marimas Ecobrick?

Adalah pasangan Russel Maier dan Ani Himawati yang menjadi pelopor dan pemimpin di gerakan ecobricks global. Melalui "tangan gesit" dan ide cemerlang mereka berdua, akhirnya "virus" ecobrick menyebar dengan cepat di berbagai komunitas dan lembaga pemberdayaan masyarakat baik itu di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Metode yang mereka gunakan yakni berupa presentasi, workshop, dan ToT (Training of Trainer).

Pada 14-15 Desember 2017 lalu, PT. Marimas Putera Kencana menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Ecobricks bersama Russel Maier dan Ani Himawati. Pelatihan tersebut menghasilkan 44 Trainer Ecobicks yang bersertifikat GEA (Global Enrobic Alliance). Dari situlah kemudian Marimas tercetus ide untuk membuat berbagai program pelatihan ecobrick di tahun 2018. Pelatihan Ecobricks ini dilaksanakan setiap akhir bulan, yakni di Hari Sabtu minggu terakhir. Dan, yang lebih istimewanya lagi, acara ini gratis dan tidak dipungut biaya sama sekali.

Berikut beberapa rangkaian kegiatan seru Marimas Ecobrick :


Antusiasme peserta mengikuti pelatihan ecobrick, sumber foto : Marimas
Sosialisasi ecobricks di Car Free Day Semarang, sumber foto : Marimas
Sertifikat yang diberikan kepada BKM Ngesrep karena telah mengikuti workshop Marimas Ecobrick, sumber foto : Marimas
Para Ecobrickers mengikuti ToT bersama GEA, sumber foto : Marimas
Para trainer dengan senang hati akan mengajarkan teknik ecobricks kepada para peserta, sumber foto : Marimas
Pelatihan Ecobrick di SDN Kemijen 04, nantinya akan mengasilkan para ecobrickers kecil yang handal dan mencintai lingkungan, sumber foto : Marimas


Pelatihan Marimas Ecobrick dilaksanakan di berbagai komunitas masyarakat, lembaga dan instansi. Karena tekniknya yang sederhana dan mudah, kegiatan ini juga dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia mulai dari anak sekolah, remaja, hingga dewasa. Hebatnya lagi, kegiatan Marimas Ecobrick ini juga banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti instansi kedinasan, intansi pendidikan, lembaga masyarakat, media cetak dan elektronik, serta komunitas-komunitas yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah sampah.

Selain pelatihan Ecobrick, Marimas juga aktif mengkampanyekan program Ecobricks ini di berbagai media tanah air ,baik media cetak maupun elektronik, seperti misalnya baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2018 lalu, Marimas mengadakan talkshow di radio Good News 94,9 MHz FM Kota Semarang.

Talkshow Marimas Ecobrick di salah satu stasiun televisi, sumber foto : marimas.com

Yuk, Mulai Membuat Ecobrick !

Untuk yang penasaran tentang teknik ecobrick ini, Marimas Ecobrick siap membantu kalian untuk mengadakan ToT bersama komunitas yang kalian ikuti, karena pelatihan ini terbuka untuk umum dan seperti yang diuraikan diatas, training ini gratis, tidak dipungut biaya. Untuk lebih jelasnya, silakan mengubungi nomor kontak yang tertera di website resmi marimas.

Tapi, kalau kalian ingin mencobanya sendiri di rumah, simak tutorialnya berikut ini ya!
 Bahan yang dibutuhkan :
1. Botol plastik bekas dengan bentuk dan ukuran yang sama
2. Bahan isi,  bisa berupa busa maupun kemasan plastik sisa konsumsi rumah tangga, salah satunya bungkus sachet Marimas
3. Tongkat untuk memadatkan botol

Cara Membuatnya :
1. Isi botol dengan sampah kemasan plastik
2. Padatkan isinya dengan mendorong menggunakan bambu
3. Gunakan lem untuk menyatukan botol hingga menjadi sebuah barang baru yang siap dimanfaatkan

cara membuat ecobrick, sumber : zerowaste.id

Bagaimana, gampang bukan ?

Gambaran Singkat Tentang Panduan Konstruksi Ecobricks

Ecobricks.org sebagai  pelopor dan penggerak ecobricks merilis Panduan Visi Konstruksi Ecobrick, kalian bisa mengunduhnya secara gratis lho !
Dalam panduan tersebut dijelaskan tentang salah satu dasar konstruksi untuk membangun modul-modul ecobricks, yakni :

Konstruksi ecobrick, sumber : ecobricks.org

Gunakan botol yang memiliki merk dan ukuran sama. Botol ukuran 1,5 L akan mengahasilkan bangku-bangku yang kuat, botol ukuran 600 ml akan menghasilkan petak kebun yang bagus, sedangkan untuk botol ukuran kecil akan menghasilkan tembok yang kokoh.

Jenis modul yang digunakan yakni modul Hexbench dan modul MD Lego.
1. Modul Hexbench

Modul hexbench, sumber : ecobrick.org
2. Modul MD (Maier-Dieleman) Lego

Modul MD Lego, sumber gambar : ecobrick.org
Oh ya, sebagai perekat antar botol kita bisa menggunakan jenis lem silikon atau lem tembak. Selain itu, bisa juga menggunakan semen jika kita ingin membuat modul-modul ecobrick sebagai bata rumah.
Dan yang lebih istimewanya lagi, ternyata kita juga bisa menggunakan Semen Lempung Jerami yang lebih ramah lingkungan dibandingkan semen biasa. Hasilnya hampir 3 kali lebih tebal dari tembok semen biasa. Bangunan-bangunan di Spanyol yang mampu berdiri kokoh hingga berabad-abad lamanya juga menggunakan lempung jerami lho.
Uniknya lagi, kita juga bisa lho membuat lempung jerami sendiri.

Contoh-contoh Hasil  Ecobrick Melalui Tangan Kreatif  para Ecobrickers

Di tangan kreatif para penggerak ecobrick inilah, yang membuat  kemasan plastik yang awalnya hanya berupa sampah yang tak bernilai bahkan merugikan, akhirnya "disulap" menjadi sebuah barang bernilai seni tinggi. Tidak percaya ?, Yuk lihat beberapa gambar di bawah ini !

 1. Sebagai Dekorasi Pelaminan, Cantik Ya ?
Sumber foto : beritakita.com
 2. Sofa atau Tempat Duduk Biasa Sudah Terlalu Mainstream, Yuk Ganti dengan Kursi dan Meja Ecobricks !
Sumber foto : medium.com

 3. Rumah unik dengan dinding ecobrick
Sumber foto : sundaypost.com

Sumber foto : stroiinfo.com
 4.Bisa juga dibuat menjadi pot bunga

Sumber : keluargakokoh.com

5.Hiasan taman
sumber foto : quorumbusiness.co.uk

Bagaimana, bagus-bagus kan ? Solusi buat kita yang bosan dengan desain furniture yang itu-itu saja. Selain unik, ramah lingkungan pula !. Juga, bukan tidak mungkin hasil kreasi ecobrick nantinya bisa menjadi  potensi wisata yang menarik, misalnya dengan memajang hasil kreasi ecobrick di spot-spot tempat wisata, atau bahkan nantinya ada tempat atau daerah khusus wisata ecobrick.

Hal Inspiratif yang Bisa Kita Dapat dari Program Marimas Ecobrick

1. Ternyata, cara untuk merawat bumi bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan dengan cara-cara yang menyenangkan, salah satunya Ecobricks ini, karena sejatinya Ecobricks adalah sebuah "seni". Seni mengolah barang bekas menjadi barang baru yang bermanfaat, bahkan bernilai artistik.

2. Marimas Ecobrick telah berhasil menularkan semangat peduli lingkungan kepada berbagai kalangan, apa yang dilakukan oleh Marimas adalah bukti nyata sebuah bentuk tanggung jawab sosial, semoga ini bisa menjadi role model bagi perusahaan-perusahaan lainnya ya, terutama mereka yang mengemas hasil produksinya menggunakan plastik.


Bagaimana, Kamu tertarik menjadi bagian dari Gerakan Marimas Ecobrick ini ?

Yuk, ambil bagian untuk selamatkan bumi kita meski dimulai dengan hal-hal kecil !

Sumber : www.marimas.com
                www.ecobricks.org




You Might Also Like

35 komentar

  1. Keren.. Baru tau ada yang seerti ini.. Itu kuat ya mbak sampai bisa bikin tembok kebun? Luar biasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meilawati Nurhani30 November 2018 22.57

      Hihi iya mbak, kuat karena menggunakan semen sbg perekat mbak..dan botolnya pun diisi plastik sampai padat & memenuhi kriteria berat minima

      Hapus
  2. Penasaran coba berkreasi seperti ecobrick..

    BalasHapus
  3. Seru juga ya. Bisa diaplikasikan di rumah kita juga. Thanks infonya ya :)

    BalasHapus
  4. Belakangan ini sering dengar ttg ecobrick . Sekarang tambah penasaran setelah baca artikel marimas ecobrick ini. Ini ada pelatihannya dr kota ke kota gitu gak Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meilawati Nurhani30 November 2018 23.01

      Kalo utk marimas setahu saya baru ada di kota Semarang mbak krm pabriknya kan disana, tapi sering juga mengadakan talk show di tv atau radio, Kalo komuNitas lain mbak bisa coba lihat di ecobricks.org sebagai pelopor ecobricks global.. atau di Instagram juga banyak Yg share mbak ttg komuNitas atau org2 Yg aktif menjadi econrickers

      Hapus
  5. Duh mau dong, secara lagi jadi pembina K-7 sedih banget lihat sampah di sekolah dan ketidakpedulian rekan guru dan siswa. Saya merasa sendirian di situ

    BalasHapus
  6. Whuaa keren juga ya hasilnya. Harus banyak ya Bun biar bagus, klo nanggung bingung juga, atau bikin kreasinya yg kecil2...

    BalasHapus
  7. Wah, patut dicoba nih, banyak sampah botol air mineral d rumah mb.

    BalasHapus
  8. Bagus sih, daripada dibuang dan mencemari lingkungan. Tapi mengurangi penggunaan plastik, menurut saya tetap lebih baik.

    BalasHapus
  9. Kuat banget ya mbak. Jika botol2 berisi sampah marimas td disatukan.
    Siip, makin banyak pihak yg peduli dg lingkungan. Go green, go Marimas Ecobriks. 👍

    BalasHapus
  10. Dulu sering bikin ecobrick, sayang gak telaten. Mudah2an setelah ini semangatnya membara kembali.

    BalasHapus
  11. Masya Allah saya salfok dengan dekorasi pelaminan dari ecobricks yang cantik...Keren nih program Marimas. Saluuut!
    Semoga bisa jadi salah satu upaya penanggulangan sampah dan kelestarian bumi kita tercinta ini

    BalasHapus
  12. Kreatif. Bisa mengurangi sampah plastik

    BalasHapus
  13. Sukaaa bikin yg fungsional begitu. Tapi, musti rajin ngumpulin yah dan bersih...
    Makasih sharingnya...

    BalasHapus
  14. Udah pernah liat konstruksi spt di atas, tapi waktu itu blm tau namanya. Keren euy ecobricks. Mau juga lah mulai bikin di rumah. Soalnya kalo bikin2 spt tas gitu saya blm Sempat. Ecobricks lebih gampang, nih. Makasih infonya :)

    BalasHapus
  15. Wow inspiratif banget. Kebetulan saya pegiat zero wasting. Pas banget nih tutorial bikin ecobreaknya

    BalasHapus
  16. Wah baru tahu ada kegiatan gratis membuat ecobreak. Mau intip ah cara-cara me.buatnya.

    Infonya bermanfaat mbaa...thx

    BalasHapus
  17. Bagus artikelnya. Jadi pengen coba bikin dirumah kebetulan banyak botol bekas hehehe

    BalasHapus
  18. Plastik emang belum bisa lepas dr keseharian kita y Mb
    Sedih sebenerny
    Saya sendiri dana keluarga udah mulai meminimalisir penggunaan plastik
    Mengenai metode ecobrick, selama ini baru sekadar masukin plaatik2 dalam botol lol
    Belum sampai yg ke artistik gituu hehe
    Nanti dicoba deh
    Tengss ulasannya mb

    BalasHapus
  19. Keren banget nih.... Wajib dicoba....btw kalau untuk bikin rak buku bisa nggak ya mbak?

    BalasHapus
  20. Keren bangeet ini bisa jadi kegiatan kami saat liburan anak-anak semester ini ����

    BalasHapus
  21. Ngeliat di tv botol kaca yg dibuat dinding rumah, ini botol plastik jd furnitur plus jadi bahan bangunan. Bagus ini supaya sampah plastik berkurang. Thanks sharenya mb bermanfaat bangget
    Saya jg mo coba ah bikin 😁

    BalasHapus
  22. Ngeliat di tv botol kaca yg dibuat dinding rumah, ini botol plastik jd furnitur plus jadi bahan bangunan. Bagus ini supaya sampah plastik berkurang. Thanks sharenya mb bermanfaat bangget
    Saya jg mo coba ah bikin 😁

    BalasHapus
  23. Uwooow....ternyata memang bisa sampai sekuat itu yaa..udah sempet mau coba bikin tapi kelupaan sampe saat ini. Next kalo udah punya botol dan sampah plastik bakal coba ecobricks aaah...makasih infonya yaaa Mama Wafa

    BalasHapus
  24. Wah ecobrick ini solutif banget teh, jadi pengen bikin kursi hehe

    BalasHapus
  25. Bisa dijadikan contoh untuk mengurangi sampah

    BalasHapus
  26. Kreatif banget mbak, Salbiah nggak pernah kepikiran sebelumnya. Biasanya yah gitu, sampah plastik langsung dibuang. Boleh juga idenya, mengumpulkan sampah plastik dalam botol plastik dan dibuat hasta karya yang unik. Klau mendatangkan tim dari marimas ecobrick apakah berbayar mbak? siapa tahu bisa didatangkan untuk lingkungan sekitar RT saya, biar lingkungan tambah bersih...

    BalasHapus
  27. Inspiratif Marimas Ecobrick, bikin seni mengolah sampah dengan cara yg super kreatif dan sangat berfaedah. Sejujurnya sy sedang berusaha diet sampah plastik, tapi sungguh baru tau kalo bs melalui seni seperti ini. Detail banget mbak tulisannya, suka :)

    BalasHapus
  28. Itu klo diduduki nggak ambruk ya botolnya, mbak? Kok saya jadi kepo ya?
    Terutama yg no 1 unik banget jadi hiasan pelaminan ☺

    BalasHapus
  29. Bagus banget idenya untuk mengolah sampah. Barang yang dihasilkan juga bagus dan kuat. Saya kepingin coba bikin pot bunga dan bangkunya. Kelihatannya nggak susah. Kumpulin botolnya dulu, ah....

    BalasHapus
  30. Wuih, kuat juga ya. dari botol plastik bisa untuk bangun rumah. keren.

    BalasHapus
  31. Kece mbak. Saya ssempat kerja di wwf tepatnya dapat tugas di labuan bajo. Disana tugas saya semacam melakukan penelitian ttg sampah. Warga labuan bajo sudah terapan 3R. Malah dsna sudah ada KSU dan Trash hero. Kapan2 aku ceritain juga..

    BalasHapus
  32. Patut dicoba nih...
    Menambah referensi untuk berkreasi. Baru tau klu ada ide mengolah sampah seperti ini.
    Kereeen bunda

    BalasHapus