Tentang Mereka yang Menunggu Separuh Jiwanya Pulang


 

Bersyukurlah jika pagi ini kau masih bisa membuatkan secangkir kopi panas untuknya

Bersyukurlah jika kau masih bisa mencium aroma khas debu jalanan saat menyambutnya pulang ke rumah

Bersyukurlah saat kau masih bisa bercengkrama & bercerita tentang mimpi-mimpu masa depan, menikmati pillow talk sambil bercanda ria

Bersyukurlah kala kau bisa ceritakan kepada anakmu tentang rencana berlibur di akhir pekan ini

Bahkan..
Bersyukurlah saat kau masih saja menemukan hal-hal menyebalkan darinya, lupa menaruh handuk, lupa memberi kabar, ucapan-ucapan yang sedikit menoreh luka

Juga..
Bersyukurlah kala kau terbangun di tengah malam, dengan mata sedikit terpejam, kau dapati ia masih terlelap disisi

Karena
Ada diantara kita
Yang bahkan lupa, bahwa kopi yang ia seduh pagi kini tak lagi ada yang meminumnya, dingin, menyisakan aroma sesak di seluruh penjuru ruangan

Karena
Ada diantara kita
Yang bahkan lupa, sibuk mematut diri di depan cermin, berlari ke jendela, menunggu suara klakson yang tak mungkin akan ia dengar lagi

Karena
Ada diantara kita
Yang bahkan lupa, menyiapkan banyak cerita dan tumpahan rasa yang nanti akan ia curahkan, namun di penghujung malam ia tersada,  sang pendengar setia kini tak lagi ada

Karena..
Ada diantara kita yang sepanjang hari berpikir keras,  bingung memikirkan jawaban kala si kecil bertanya kemana ayahnya

Karena
Ada diantara kita
Yang bahkan lupa, mencuci & menyeterika kemeja yang pemiliknya telah pergi, menyisakan memori sendu kala membuka lemari pakaiannya atau melihat pasta giginya yang masih tergolek rapi

Karena
Ada diantara kita yang terbangun di tengah malam namun hanya menyisakan sesak di dada kala disamping kiri, tak menemukan lagi punggung sang kekasih tercinta

Ku berdoa agar mereka.. perempuan-perempuan tangguh itu Allah kuatkan,
semoga Allah senantiasa menyayangi dan memberikan pahala tak terhingga atas kesabarannya dalam menerima takdir..
Semoga surga adalah sebaik-baik pengganti, bagi mereka yang separuh jiwanya tak jua pulang


Catatan : percayalah, kubuat puisi ini sambil sesekali mengusap genangan di sudut mata..
Ah ku selalu sedih kalau mendengar cerita mereka, para Istri-Istri hebat yang melepas suami tercinta dengan senyum dan doa, namun esok tak lagi bisa menyambutnya pulang
Semoga Allah kuatkan dan beri hadiah surga atas kesabaran-kesabarannya untuk kembali menata hidup

6 Comments

  1. Mbak Meilawatiii, saya kan tidak punya IG..hihi.. saya berkunjungnya kesini saja yaa
    Tulisannya aiih ..begitu menyentuh. Saya sering uring-uringan kalau si mas suka naruh baju ganti banyak yang dicantol-cantolkan gitu. besok - besok lagi , gak mau marah-marah ahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak, saya juga sering uring2an sama hal2 kecil padahal harusnya kita banyak bersyukur dengan keberadaan suami disisi ya mbak

      Delete
  2. Mba saya terharu dengan puisinyaa, duh puitis banget. ikutan banget berasa sedihnya. Semoga para istri-istri tersebut selalu kuat ya bun. Aamiin, termasuk kita juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak aku juga gak bisa bayangin gimana sedih & kehilangannya mereka, maklum selama ini berasa kaya "bergantung" sama suami, segala harus bareng, minta izin, minta bantuan dll, saat suami gak ada akhirnya harys berjuang sendiri dalam banyak hal

      Delete
  3. saya sebagai laki2 berkaca2 baca ini mbak... beneran sedih. dalam sekali. Yang merasakan sakit dang ngilu itu yang masih hidup.... banyak yang terngiang dalam memori sesuatu yang ada kemudian menjadi tidak ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, kehilangan orang yg dicintai selalu menyisakan duka mendalam ya, bahkan sesaknya mungkin dirasa selamanya

      Delete