Tips Merawat Bayi Prematur di Rumah

Ilustrasi bayi baru lahir, Foto : unsplash.com


Setiap ibu hamil tentu menginginkan sang bayi lahir diwaktu yang tepat dan cukup umur, namun ada kondisi tertentu yang membuat akhirnya si bayi lahir lebih cepat dari prediksi atau dari ketentuan minimal yakni 37 minggu atau biasa kita sebut bayi lahir prematur.

Hal ini tentu saja membuat kita panik, sedih, terlebih jika ini adalah pengalaman pertama kita menjadi seorang ibu. Aku pun mengalaminya, anak pertamaku waktu itu lahir  lebih cepat dari HPL atau pada usia kandungan kurang dari 37 minggu. Selain prematur, hal yang membuat aku panik adalah anakku diharuskan mendapatkan perawatan intensif di NICU, karena saat lahir berat badannya rendah yakni 2,275 kg serta kadar leukositnya tinggi dan kalau tidak salah kadar gula darahnya pun rendah, selain itu saat lahir ia tidak menangis spontan seperti bayi baru lahir pada umumnya, serta adanya ketuban yang berwarna hijau.

Sebagai newmom, aku sangat sedih karena begitu melahirkan tidak langsung bisa berada di ruangan yang sama dengan  juga ada kekhawatiran lainnya melihat kondisi fisiknya yang kurang memenuhi kriteria bayi baru lahir. Hal tersebut juga membuat aku mengalami baby blues, namun karena dukungan dari suami dan kerabat terdekat, Alhamdulillah aku bisa melewatinya.

Dengan kondisi yang terlahir prematur, ketika sampai di rumah bayiku harus dirawat dan diperlakukan dengan khusus sesuai arahan dokter dan tenaga medis di rumah sakit.

Aku akan berbagi tips berdasarkan referensi serta pengalaman saat merawat anak pertamaku yang terlahir prematur, simak penjelasannya dibawah ini ya Bund !

1.Perhatikan Jadwal Menyusui

Nah, ini penting banget Bund, aku mau cerita sedikit nih, dulu Naura (anakku yang mengalami prematur), saat lahir langsung diberi susu formula karena saat itu aku panik sekali, ditambah pengetahuanku tentang ASI terbilang minim, belum lagi faktor pengeluaran ASI di hari-hari pertama setelah melahirkan yang belum deras bahkan masih sedikit, karena wajar ya Bund untuk menyesuaikan lambung bayi, hingga akhirnya Naura sama sekali tidak mau bahkan tidak bisa mengisap ASI, padahal ia harus mengejar berat badan minimal agar bisa pulang ke rumah. Hingga dokter dan bidan pun  membekali sekaleng susu formula untuk kubawa pulang.

Setelah sampai di rumah, kuputuskan untuk memberi Naura ASI saja tanpa susu formula, meski itu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah karena Naura sama sekali tidak mau mengisap puting bahkan menolak saat disodorkan untuk diberi ASI.

Hampir setiap 2 jam sekali aku memompa ASI menggunakan breastpump kemudian memberikannya kepada Naura menggunakan sendok dan cupfeeder, aku berusaha menghindari penggunaan dot karena dikhawatirkan si bayi akan mengalami bingung puting. Namun, tetap aku selalu mencoba direct breastfeeding agar Naura tidak bergantung dengan ASIP.

Alhamdulillah, di minggu kedua, perjuanganku membuahkan hasil, akhirnya Naura bisa minum ASI langsung, dan berat badannya berangsur-angsur naik, bahkan selalu berada di garis hijau tua.

Memang, memberi ASI pada bayi prematur sangatlah penting agar kecukupan nutrisi bayi dapat terpenuhi juga untuk mengejar ketertinggalan berat badan saat lahir. Waktu jeda yang ideal untuk menyusui yakni tiap 2-3 jam sekali, hindari waktu jeda lebih dari 4 jam agar bayi tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. O ya, untuk mengetahui indikator bayi cukup asupannya, Bunda bisa melihatnya dari frekuensi buang air kecilnya yakni 6-8 kali sehari.

2.Sebisa Mungkin, Hindari Penyebab Infeksi

Nah, ini yang penting dan terkadang kita sepelekan, saat kita baru melahirkan tentu banyak tamu yang berkunjung, di satu sisi harus kita syukuri karena ternyata banyak yang care sama kita, tapi di sisi lain, bayi yang baru lahir daya tahan tubuhnya masih sangat lemah, sehingga rentan terkena virus atau bakteri dari orang-orang disekitarnya, dan itu efeknya tentu saya berbahaya apalagi jika jenis virus atau bakterinya adalah bakteri patogen berbahaya seperti bakteri penyebab TBC misalnya. Maka, baiknya kita kondisikan agar si kecil tidak dulu bertemu banyak orang atau dibawa bepergian keluar rumah ya, Bund.

Selain itu, untuk anggota keluarga yang sering berinteraksi dengan bayi, baiknya perhatikan kebersihan diri ya, jangan lupa selalu mencuci tangan atau memakai hand sanitizer sebelum kontak langsung dengan bayi, juga saat flu baiknya menggunakan masker agar si bayi tidak tertular.

3.Yuk Coba Menggendong dengan Metode Kangguru

Dulu dokter dan tenaga medis di rumah sakit menyarankan saya dan suami untuk menggendong Naura menggunakan metode kangguru, yakni dengan memakai stretchy wrap yang dililit-lilit dengan model seperti ibu dan anak kangguru, o ya dalam hal ini si penggendong dan bayi yang digendong sama-sama melepas pakaian sehingga terjadi skin to skin contact.

Manfaat metode kangguru ini diantaranya :
  • Menjaga agar tubuh bayi selalu hangat
  • Membantu menjaga pernapasan dan detak jantung bayi
  • Membuat bayi merasa tenang karena berada dalam dekapan si penggendong
  • Membuat bayi tidur lebih nyenyak
  • Membantu meningkatkan rasa percaya diri ibu
  • Membantu meningkatkan produksi ASI
  • Meningkatkan bonding antara ibu dan anak

4. Perhatikan Posisi dan Jam Tidur Bayi

Seperti yang kita ketahui, tidur merupakan kebutuhan dasar bagi bayi. Tidur yang cukup tentu saja akan baik bagi kesehatan bayi, maka usahakan untuk mengondisikan suasana atau tempat agar senyaman mungkin bagi bayi. O ya, yang tak kalah penting posisikan bayi agar tidur terlentang, jangan tengkurap untuk menghindari SIDS atau bayi mati mendadak.

Mungkin agak sulit rasanya jika si bayi memiliki kakak yang usianya masih balita atau kanak-kanak yang belum mengerti tentang pentingnya menjaga suasana rumah agar tidak berisik, wajar ya Bund, namanya juga anak-anak. Maka, perlu trik khusus untuk Bunda yang mengalami hal ini.

5. Pantau Terus Tumbuh Kembangnya

Bayi yang memiliki riwayat lahir prematur tentu saja harus selalu dipantau tumbuh kembangnya, baik dari berat badan, tinggi badan, kemampuan motoriknya, fungsi organ dan sebagainya. Saya memiliki seorang teman yang memiliki anak lahir prematur dengan berat 850 gram, kini si anak tersebut berusia hampir 2 tahun dan masih rutin bulak-balik ke dokter untuk memeriksakan fungsi penglihatan dan pendengarannya, karena bayi lahir prematur ada kemungkinan saat lahir organnya belum sempurna.

Begitupun dengan berat badan, tinggi badan tentu saja si ibu harus rajin memantaunya dengan growth chart, terlebih di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), yakni sampai si kecil berusia 2 tahun.
Jika ada masalah terkait perkembangan motoriknya, harus langsung berkonsultasi dengan dokter, misalnya saat si kecil mengalami speech delay atau kesulitan untuk berdiri dan berjalan.


 Nah, bagaimana Bund,  panduan diatas memang tak jauh berbeda dengan panduan merawat bayi yang terlahir normal, namun untuk bayi yang lahir prematur harus lebih ekstra dalam melakukan perawatan dan pemantauan tumbuh kembangnya, terlebih jika usia kelahirannya cukup jauh dari HPL (Hari Perkiraan Lahir) karena berat badannya tentu juga akan jauh dari berat lahir normal serta ada kemungkinan organ dalam tubuhnya belum terbentuk sempurna.

Aku bersyukur karena kini Naura tumbuh sehat, aktif, dan cerdas. Kini ia berusia 3 tahun dan telah melewati 1000 Hari Pertama Kehidupannya dengan baik, tumbuh kembangnya normal sesuai tahapan usianya.  

Semoga tulisan saya bermanfaat ya


20 Comments

  1. Alhamdulillah ya mba, kini Naura tumbuh kembangnya optimal sesuai usianya. Semoga terus sehat dan kuat.

    ReplyDelete
  2. Masya Allah perjuangannya Mbak..
    Alhamdulillah Naura kini tumbuh sehat, aktif, dan cerdas..yaa. Sudah 3 tahun dan melewati 1000 Hari Pertama Kehidupannya dengan baik, tumbuh kembangnya normal sesuai tahapan usianya.
    Sehat selalu dan solihah ya Nak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, sekarang tinggal membesarkan & mendidiknya dgn baik :).. aamiin makasih doanya mbak Dian

      Delete
  3. Subhanallah tambah ilmu, karena alhamdulillah belum pernah ngalamin. Semoga kita termasuk yang pandai bersyukur

    ReplyDelete
  4. Ternyata perlu usaha lebih ya untuk menangani bayi prematur. Selamat ya mbak , sudah berhasil mengasuh putri kecilnya hingga sekarang sehat dan aktif

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah yah bun Naura sehat dan tumbuh dengan baik sekarang. Emang ASI itu ga ada penggantinya yah tetap yanh terbaik meskipun ada sufor semahal dan sebagus apapun.

    ReplyDelete
  6. MasyaAllah, sungguh benar benar perjuangan ya mbak, betapa berdyukurnya mendapatkan anugerah indah dari Allah. Sang bayi yang tumbuh nanti bikin orang tua bangga, karena merawat anak tidaklah mudah, dan kondisi prematur ini perlu diperhatikan secara khusus ya mbak... Makasi sharingnya mbak...

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah ... Melahirkan bayi prematur tentu membutuhkan kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa. Bayi lahir normal saja bisa membuat ibu baru terkejut, kan? Selama bayi masih di dalam perut, dia bebas mau beraktivitas apa saja. Begitu bayi lahir, rasanya nggak pernah sempat bersenang-senang. Apalagi kalau prematur yang jelas-jelas membutuhkan perhatian ekstra.

    Alhamdulillah, ikut senang karena adik Naura sudah tumbuh sehat dan cerdas. Usia 3 tahun, apakah masih perlu kontrol ke dokter, Mbak?

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, semoga Naura sehat selalu ya, Mba. Kalau anak2ku semua lahir normal,tetapi ada keponakan yang lahir prematur dan memang membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

    ReplyDelete
  9. Masya Allah, butuh mental yang kuat ua mbak agar bisa merawat bayi prematur di rumah, sebab masih sangat rentan dengan penyakit, senangnya melihat naura tumbuh kembang sesuai usianya , sehat terus dede

    ReplyDelete
  10. Merawat bayi yang lahir prematur memang membutuhkan perhatian lebih, namun jika dilakukan dengan senang hati pasti semua akan baik-baik saja, seperti yang mbak lakukan terhadap Naura. Sehat terus ya Nak! Titip peluk cium buat Naura.

    ReplyDelete
  11. Ponakan saya jugalahir secara prematur. Masih teringat bagaimana kakak saya merawatnya dengan lebih sabar dan butuh perlakuan khusus. Alhamdulillah sekarnag sudah besar dan sehat. Semoga adik Naura sehat selalu dan tumbuh dengan baik ya Bunda. AMiin

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah, ikut senang dengan perkembangan kondisi naura. Semoga sehat terus ya mbak... salam sayang 😘

    ReplyDelete
  13. Wah, perjuangan memiliki bayi prematur lebih 'berat sedikit' ya, Mbak. Belum pernah mengalami, sih. Anak2 saya lahirnya malah melebihi HPL semua :)
    Alhamdulillah kalau sekarang Naura tumbuh sehat spt anak2 seusianya.

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah ya si kecil tumbuh sehat krn ditangani dan dirawat dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Semoga tips mb bermnfaat buat bnyk ibu2 muda. Thx ...

    ReplyDelete
  15. ponakan aku yang baru lahir desember kemarin juga prematur, paru2nya pas mau lahir belum mateng. Tapi Alhamdulillah bayinya kuat hanya sehari di NICU udah boleh keluar dan enggak apa2. bener banget sih tipsnya, makasih mbaa sharingnya ~

    ReplyDelete
  16. Semoga kedepannya semakin sehat dan sehat, Aamiin...

    ReplyDelete
  17. pengalaman pribadi ya mak... semoga sehat selalu...

    ReplyDelete