Waspada, Obesistuff Mengintai Muslimah Masa Kini, Yuk Cegah dengan Diet Belanja

Ilustrasi koleksi pakaian, Foto : unsplash.com

Obesistuff, mungkin sebagian dari kita masih asing dengan istilah ini.Saya pertama kali mendengar kata "obesituff" dari postingan yang dulu sempat viral di sosial media, berjudul "Obesistuff Penyakit Muslimah Kekinian".

istilah obesistuff sendiri pertama kali populer di Indonesia berkat tulisan mbak Dee (Dewi Lestari) tentang review buku  the Life Changing Magic of Tidying up karya Marie Kondo yang memang "pakarnya" dalam urusan bebenah rumah, pernah dengar istilah Konmari kan?.

Nah, balik lagi ke istilah obesistuff, aku sebagai seorang wanita yang hidup di zaman serba mudah ini pernah banget mengalaminya. Dulu sewaktu masih bekerja dan single pula, rasanya kok gampaang banget ngeluarin uang buat beli baju. "Lucu", yups alasan yang bagi kalangan pria dianggap tidak logis. Ya, aku sering membeli baju hanya karena lucu, duh nggak banget ya heheh.

Gak cuma baju, namun juga merembet ke sepatu, tas, gamis, bahkan hingga kerudung, tau sendiri lah ya namanya perempuan apa-apa harus mix n match, termasuk urusan baju/gamis dan kerudung yang akan dikenakan. Inget nggak kerudung paris yang dulu populer banget ? yup aku punya 2 lusin lebih, duh jangan dibayangin yaa, ngeriiii.

Nah, kebiasaan burukku ini baru aku sadari ketika awal nikah,kan mau pindahan tuh, dalam rangka belajar hidup mandiri hehe. Pas aku beresin baju di lemari, jreng jreng jreeeengg, penuh banget, belum lagi baju yang nggak tertampung di lemari aku, ternyata banyak pisan euy, padahal gak semuanya bener-bener sering aku pakai. Hmmh akhirnya feeling guilty deh jadinya. Tau sendiri kan hadits yang berbunyi sesungguhnya pemboros itu adalah saudaranya syaitan. Duh aku langsung istighfar deh dan mulai memberikan baju dan kerudung ke mereka yang membutuhkan, meski sampai saat ini masih ada yang baru aku masukin aja ke plastik  karena belum tau nih mau dikasihin ke siapa.

Setelah menikah, punya anak, hingga resign dari kantor, perlahan aku mulai kembali menata hidup (ceilee), aku belajar untuk qonaah, belajar memilah dan memilih, belajar mendeteksi mana keinginan, mana kebutuhan. Alhamdulillah perlahan penyakit obesistuff ku hampir sembuh (dan tentunya jarang kambuh hhe).

Aku mau berbagi tips nih supaya bunda-bunda semua dijauhkan dari penyakit ini, yuk simak

1. Tegaslah terhadap Diri Sendiri

Innamal a'malu binniat. Hadits yang populer banget ya, sering kita dengar. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah niat. Yup, kita harus punya niat dan tekad yang kuat untuk benar-benar sembuh dari penyakit ini. Tegaslah kepada diri sendiri, jangan mudah tergoda diskon, sale, atau apapun itu. Ingat beli karena butuh bukan karena ingin.

2. Berdoa Kepada Allah

Jangan pernah remehkan kekuatan doa. Mungkin kita sudah berniat, berusaha sekuat tenaga untuk tak lagi menjadi shoppaholic, namun bukankah syaitan selalu ada untuk menggoda. Maka itu, kita butuh pertolongan Allah agar terhindar dari godaan makhluk yang berjanji akan terus menggoda kita hingga akhir zaman tersebut. Maka, teruslah berdoa mohon diberi kekuatan hati.

3. Ingat Bahwa Setiap Benda yang Kita Miliki Akan Ada Hisabnya

Kita seringkali nggak sadar bahwa segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat, termasuk urusan benda-benda yang kita miliki seeekecil apapun, tidak akan luput dari pertanyaan. Merinding yaa, lalu bagaimana jika Allah bertanya tentang baju-baju, sepatu, tas, kerudung yang kita beli seenak jidat namun jarang kita gunakan bahkan hanya memenuhi kuota lemari kita. Kita mau jawab apa???. Maka bijaklah berbelanja untuk meringankan hisabmu diakhirat kelak.

4. Belajar Hidup Sederhana dari Rasulullah dan Orang Shalih Terdahulu

Duh sedih ya saat kita mendengar bagaimana sederhananya kehidupan Rasulullah dan para salafusshalih. Udah pernah denger kan bagaimana sederhananya tempat tinggal nabi, betapa beliau shalallahu 'alayhi wassalam hanya tidur beralaskan tikar, bahkan salah seorang sahabat sampai menangis kala melihat punggung Rasulullah saat tidur beralaskan tikar.
Belum lagi cerita para muslimah terdahulu yang pakaiannya masyaAllah sangat sederhana dan mereka pun hanya memiliki beberapa helai pakaian saja. Nah kita??

5. Gunakan Prinsip One in One out.

Prinsip One in One out ini sebetulnya pertama kali aku kenal dari suamiku, karena beliau memang terbiasa seperti itu ketika membeli barang atau pakaian baru. Hmmh sebetulnya berat, beraaat banget, celingak-celinguk lihat lemari cari mana yang harus dikeluarin kok sayang bangeet ya, lucu-lucu semua, hehe. Namun kalau sudah terbiasa sebetulnya gampang kok. Karena prinsip inilah akhirnya kita mulai terbiasa selektif untuk membeli sesuatu.

Kita bisa memberikan pakaian layak pakai kepada mereka yang membutuhkan, kalau bajunya udah nggak layak yaa jadiin lap aja ya, apalagi kalo punya anak kecil, berguna banget deh, secara tiada hari tanpa insiden pertumpahan (bukan pertumpahan darah ya hhe)

6. Beli Baju dengan Warna yang Netral 

Nah, ini hal yang saat ini paling aku terapkan, karena saat ini aku mulai sering mengenakan gamis-gamis polos dengan warna yang netral, meski yang bercorak pun kadang masih aku pakai. Karena rasanya kemana-mana lebih nyaman aja kalau mengenakan sesuatu yang nggak mencolok, karena memang disyariatkan seperti itu ya.

Pakaian dengan warna netral tentu memudahkan kita untuk memilih warna khimar atau kerudung yang akan kita kenakan, jadi gak ada lagi ya cerita beli kerudung sampai berlusin-lusin hhe. Jenis warna yang cenderung netral banyak, diantaranya hitam, coklat, abu atau ungu tua.

7. Bijaklah dengan Gawai-mu


Nah ini nih yang sering bikin kita terlena. Seneng ya rasanya saat buka instagram kepoin artis atau selebgram favorit kita, cantik dan anggun memakai pakaian muslimah yang sedang mereka endorse , duh jadi mupeeeng akhirnya kepoin deh akun olshopnya, dan tak terasa detik demi detik hingga akhirnya  muncullah kalimat "sudah saya transfer ya, sist".

Belum lagi hobby buka marketplace atau e-commerce yang akhirnya berujung pada kegiatan berburu flash sale.. hmmmh siapa ayoo yang sering kaya gini ?

Memang kita harus bersyukur banget di era digital ini segala sesuatunya menjadi lebih mudah, mau pesan makanan, minuman, baju, semuanya hanya tinggal klik, transfermya pun gampang, nggak perlu lagi ngantri di ATM, belum lagi ada istilah COD,  maka godaanya pun sangat warbyasah yaa..

Maka, pandai-pandailah menggunakan gawaimu. Kalau saya sekarang udah nggak iseng-iseng lagi buka marketplace cuma buat kepo-kepo cantik, takut tergoda euy, Buka marketplace cuma saat aku lagi cari sesuatu yang mau dibeli, alhamdulillah hati pun jadi tenang.

8. Jangan Membeli Sesuatu untuk Memenuhi Gaya Hidup.

Ada pepatah yang mengatakan "Sederhanalah, maka engkau akan dekat pada kebahagiaan". Nah itu pas banget, semakin kita qonaah dan bersyukur dengan yang kita miliki, maka percaya deh hati akan semakin bahagia. Jangan iri ketika melihat temanmu mengenakan barang branded, toh buat apa selama fungsi dan kualitasnya sama, iya nggak.

Nah, itu dia 8 tips dariku, semoga bermanfaat ya untuk mencegah dan mengobati gejala obesistuff yang kamu derita. Ternyata diet itu nggak cuma soal makanan aja, nyatanya banyak hal yang butuh untuk dikurangi jumlah atau frekuensinya agar hidup kita jauh lebih baik.  Barakallah, semoga "dietmu" lancar ya.


21 Comments

  1. Obesitas saya tahu.. obesistuff, naa ini baru saya dengar. Memang harus tertib menghadapi diri sendiri agar tidak nimbun ini itu hanya karena lucuuu
    Ilmu yang menarik, mbak. Thanks

    ReplyDelete
  2. Aku mulai waspada banget nih sama obesistuff. Beberapa poin yang mba bagikan udah aku laksanakan. Apalagi kalo liat diskon/sale, udah ber ta'awudz aja bawaannya, haha.
    Di tambah lagi sekarang udah ngulik2 dikit masalah per-Konmari-an.
    Aku merasa punya temen, hihi :D

    ReplyDelete
  3. Aamiin, semoga mata dan hati ini selalu bisa terhindar dari godaan online shop yang setiap saat menari-nari di gawai.

    ReplyDelete
  4. Aamiin... Betul banget ini penjelasannya... One in one out belum saya lakukan, coba ah... Terimakasih infonya bun :)

    ReplyDelete
  5. Ini namanya the most wanted article buat saya yg akhir akhir doyan belanja online. Apalagi kalo udah buka shopee aduh astagaaa... Harus sering sering baca ini, kalau tiap barang yg kita punya akan dihisab. Semoga bisa lebih bijak menggunakan uang

    ReplyDelete
  6. Naahh ini Mbak, proses pilih2 itu yg berat, tapii klo gak dikeluarin ntar kita dihisab lebih berat beban barang dunia yg gak berguna lagi bagi kita daripada amalnya yaah. Huhuhuh.

    ReplyDelete
  7. Ya ampun mbak, tips nya berguna banget nih. Ternyata, meski badan saya kurus, tapi saya menderita obesistuff,, hwkwkwkwkk.... kerudung oh kerudung, kalo lemari bisa bicara mungkin sudah teriak minta stop menjejalkan isi tambahan,, hehehe... Makasih tips nya mbak... insyaAllah coba diterapkan.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah sejak mulai konsisten nabung sudah jarang belanja, karena jatah uang utk belanja online sudah saya tabung duluan hihi :D

    ReplyDelete
  9. Setuju mbak kalo aku sekarang fokua ke point 3. Segala sesuatu pasti dihisab. Alhamdulillahnya semenjak resign emang udah ngurangin terus nih belanja online. Apalagi suami suka marah kalo banyak kiriman barang wkwkw

    ReplyDelete
  10. Bener banget mbak. Sekarang kita serba dimudahkan untuk ngapa2in. Termasuk belanja. Duh, semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan yang mengarah pada kesia2an..

    ReplyDelete
  11. Poin 1 itu yang masih harus di lakukan...belum bisa tegas sama diri sendiri. Ada diskon, sale gila2an..tetep aja ...serbu

    ReplyDelete
  12. Obesistuff baru dengar masya Allah hihiii...
    Klo urusan belanja sekarang saya udah jaranggg banget. Baju klo belum sampai parah rusaknya belum ganti wkwkwk. Apalagi saya awet banget klo pakai baju sampai belasan tahun masih cukup karena badan tetep tak bergeming beratnya.
    Btw, tipsnya bagus banget buat menu diet mereka yg shopaholic, mba Meila.

    ReplyDelete
  13. Tak cari istilah obesistuff di KBBI dan english, kok enggak ada ya Mbak. Padanan artinya apa ya Mbak? Mungkin itu singkatan kali, ya. Duh jadi penasaran. Alhamdulillah setelah punya anaka dua saya juga perlahan menjauh dari penyakit ini, dulu pernah ngalamain sih, skrg sdh taubat..hahah

    ReplyDelete
  14. alhamdulillah, awal tahun ini aku mulai bisa diet, sebelumnya lapar mata kalo lihat marketplace dan sudah 3 dus besar dikirim ke kampung ortu untuk dibagikan kepada yang membutuhkan

    ReplyDelete
  15. Saya juga pertama kali tahu obesistuff ini dari tulisannya mbak Rahma di blognya yang berjudul Obesistuff: Penyakit Muslimah Kekinian itu

    Sebelum nikah juga saya kena penyakit ini hikz, saban hari pantengin akun olshop, tiap bulan nambah koleksi baru yang ujung2nya kebanyakan jadi pajangan di lemari saja...

    Alhamdulillah setelah ketemu postingan itu sy jadi taubat n nggak minat lagi beli barang2 yang cuma saya inginkan, bahkan sejak menikah sy nggak pernah minta suami belikan gamis krn gamis2 yg sy beli aja masih numpuk di lemari.

    Thanks for sharingnya ya mbak😊

    ReplyDelete
  16. waktu masih gadis saya suka mengoleksi baju banyak mbak. tapi pas udah nikah, perlahan hilang. soalnya ebih mentingin kebutuhan harian, kalau masalah baju biasanya kalau ada rejeki lebih bar beli ...

    ReplyDelete
  17. saya baru tahu lho obesistuff ini. tapi emang bener sih, kebiasan belanja itu memang harus ditekan. kalau mau meminimaliskan barang, kan nggak bisa cuma di decluttering aja. kalau suka belanjanya nggak ditekan yaaa lama-lama barangnya bakal numpuk lagi. macem gali lubang, tutup lubang.

    ReplyDelete
  18. Wah, saya baru tahu istilahnya walaupun kerap membaca tentang gaya hidup berlebihan dgn menumpuk2 barang. Hmm, kalau saya biasa2 saja dengan baju tapi pernah merasa kebanyakan belanja jilbab, hiks. Sekarang sih alhamdulillah enggak lagi. Beberapa juga udah disumbangkan.
    Trus membeli baju dg warna natural itu iyes banget. Ibaratnya cukup punya gamis hitam satu, nanti jilbabnya bisa ganti-ganti.
    Makasih sharingnya. Tulisan yg bagus, Mbak :)

    ReplyDelete
  19. saya punya teman kosan dulu mbak, kalau lagi ada duit gila-gilaan belanjanya. Pernah sekali beli selusin jilbab paris, katanya biar punya semua warna. Katanya juga cuma saya yang bisa ngerem dia belanja, kalau belanja sendiri yang kayak gitu lah. Tapi lucunya saya yang merasa bisa menahan diri belanja ternyata punya pakaian seabrek juga. Pas baru nikah dan pindahan suami geleng-geleng melihat lemarinya yang akhirnya penuh dengan baju saya hahaha

    ReplyDelete
  20. Sebagai Ahli Gizi saya familiar dgn kata obesitas...tapi utk obesistuff ini belum😀😀. Trims sharingnya Mbak. Saya juga skr lagi senangnya praktekin konmari.
    Ternyata ooh ternyata banyak barang yang dibeli bukan karena kebutuhan😥😥

    ReplyDelete