Hidup Lebih Berkah & Bermakna Bersama Gerakan Hijrah Anak Muda dan #AyoHijrah Bank Muamalat Indonesia

Mei 01, 2019




“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/33857-masa-muda-yang-dipertanggungjawabkan.html
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan dan apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya.”  (HR. At-Timidzi)

Berbicara tentang hijrah, setiap orang tentu memiliki kisah hijrahnya masing-masing, termasuk aku. Sepuluh tahun yang lalu aku adalah seorang gadis remaja biasa, yang memiliki segudang cita-cita, senang bergaul  dengan siapa saja, dan sering galau soal cinta, ya aku tumbuh seperti remaja pada umumnya.

Namun semuanya berubah saat aku mengenal mereka. Sekelompok anak muda yang memiliki kepedulian akan kondisi umat islam terlebih remaja saat ini. Mereka yang rela meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menggaungkan syiar islam di kalangan anak muda, atau bahasa kerennya mengajak anak muda untuk hijrah, kembali ke jalan Allah.

Sebetulnya kuliah di kampus ini bukanlah cita-citaku. Dulu aku bercita-cita menjadi psikolog atau dosen bahasa. Namun, takdir berkata lain, aku diterima di dua kampus negeri di Bandung yakni UNPAD (MIPA) dan Poltekkes Bandung (Analis Kesehatan), dan pada akhirnya aku memilih kampus yang kedua. Aku yakin inilah jawaban terbaik dari Allah atas doa-doaku selama ini.

Pertama kali masuk ke kampus ini rasanya kok beda ya, suasana kampus yang islami serta geliat kegiatan informal kampus yang begitu membahana membuatku jadi larut terbawa suasana. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya kuputuskan untuk bergabung dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Hamasah Islam dan GAMA (Keluarga Muslim Analis). Dan, disinilah kisah hijrahku dimulai.

Aku bersyukur menjadi bagian dari komunitas dakwah yang mengajak anak muda untuk hijrah

Aku yang dulu cuek soal penampilan, kini lebih memilih berhati-hati dalam mengenakan pakaian. Baju dan celana ketat satu persatu mulai aku tinggalkan. Aku yang dulu jarang membaca Al-Qur'an perlahan mulai memperhatikan amalan sunnah harian. Aku yang dulu senang membaca teenlit dan roman percintaan kini lebih senang mengoleksi buku-buku islam. Aku yang dulu sering menghabiskan waktu, hang out di mall bersama teman-teman, kini lebih betah memperkaya ilmu agama dengan menghadiri majelis ilmu. Ya, aku bersyukur dipertemukan dengan mereka yang begitu semangat mempelajari dan mengamalkan ajaran islam.

Tak hanya itu, totalitas mereka dalam berdakwah, mengajak anak muda untuk hijrah pun membuatku kagum sekaligus malu, ah betapa selama ini aku hanya sibuk dengan duniaku, aku begitu apatis, padahal di luar sana kondisi generasi muda begitu mengkhawatirkan.

Aku ingat sekali waktu itu, tepatnya di tahun 2008, hasil survey BKKBN  menunjukkan data yang begitu menggemparkan, sebanyak 57 % remaja di Kota Bandung (usia 15-24 tahun) diketahui sudah pernah melakukan hubungan seks di luar nikah. Belum lagi soal isu geng motor yang beberapa tahun ke belakang mulai ramai kembali. Juga soal tawuran antar sekolah, narkoba, pacaran, dan hal-hal yang menyedihkan lainnya.

 Memang usia muda banyak membuat kita terlena, namun jika kita memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai agama maka insyaAllah hal-hal buruk tersebut akan kita tangkas dengan mudah, seperti teman-temanku di komunitas ini, untuk itu mereka berupaya melakukan syiar islam di kalangan anak muda agar mereka terhindar dari hal-hal yang dilarang agama.

Banyak kegiatan yang kami lakukan baik di internal maupun eksternal kampus, diantaranya tabligh akbar, mendirikan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) bagi anak-anak di lingkungan kampus, kajian rutin, keputrian, mentoring mingguan, rihlah, bakti sosial ke desa, hingga kami pun tak segan untuk turun ke jalan misalnya saat momen tarhib ramadhan, membagikan takjil gratis hingga aksi solidaritas untuk rakyat Palestina.

Kegiatan kajian muslimah, Foto : dokumentasi pribadi




Berfoto bersama anak-anak TPA yang kami bina, Foto : dokumentasi pribadi


Kegiatan kajian rutin bersama ustadz, Foto : dokumentasi pribadi

Memang, untuk berdakwah di kalangan anak muda tidaklah mudah, kami sering sekali mengadakan kegiatan namun hanya dihadiri beberapa orang saja. Tak hanya itu, kesulitan dalam menyesuaikan waktu dengan kegiatan perkuliahan yang cukup padat akhirnya membuat tak sedikit diantara kami mundur perlahan.

Termasuk aku, dulu aku pernah merasa sangat jenuh dan lelah, ingin rasanya mundur saja dan berfikir, ah boro-boro memikirkan orang lain, amal ibadah aku sendiri pun masih jauh dari kata cukup. Pengetahuanku soal islam pun masih jauh tertinggal, sepertinya aku tak pantas bergabung bersama mereka, untuk mendakwahi diri saja aku masih kesulitan hmhhh.

Namun ada sebuah peristiwa yang membuatku tersadar dan memiliki semangat untuk istiqomah dalam hijrah ini, kala itu teman satu organisasi, beberapa bulan kebelakang ia jarang sekali ikut rapat karena sakit, hingga beberapa bulan kemudian tepatnya di bulan Ramadhan Allah memanggilnya. Dari situ aku mulai tersadar bahwa tidak ada yang tahu batas usia kita kecuali Allah, mungkin esok bahkan beberapa jam kemudian bisa saja malaikat maut datang menjemput kita. Ah, selama Allah beri kesempatan maka kita harus menggunakan waktu kita sebaik-baiknya untuk beribadah dan beramal saleh, mengajak manusia untuk kembali ke jalan Allah.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104)

Setelah lulus kuliah di tahun 2011, aku memutuskan untuk mengoptimalkan dakwah remaja di lingkungan tempat tinggalku dengan membentuk RIMBAN (Remaja Islam Masjid Baitunnur) dan IKSAN MUDRI (Ikatan Santri Muda Neglasari), disanalah aku bertemu banyak teman baru, para anak muda yang memiliki visi dan misi yang sama, menebar syiar islam bagi para muda-mudi di sekitar lingkungan rumah kami.

Kegiatan rapat bersama remaja masjid di lingkungan rumah, Foto : dokumentasi pribadi





Berfoto seusai mengadakan tabligh akbar, Foto : dokumentasi pribadi


Aku bersyukur sekali karena Allah menuntunku hingga akhirnya aku bisa bertemu dengan mereka, teman hijrahku yang mengajariku dan memotivasi untuk terus menjadi generasi islam yang produktif baik dalam hal amal ibadah, ilmu agama, serta kontribusi dakwah di mayarakat. Aku sadar, mungkin inilah jawaban dari doaku dulu, saat aku baru memasuki usia 17 tahun.

Aku ingat, saat itu entah mengapa aku sangat ketakutan sekali, di suatu malam aku berdoa, "Ya Allah jagalah aku, jagalah masa mudaku, aku takut jatuh, aku tak mau menyesal di kemudian hari". Ya, Aku selalu berdoa agar dipertemukan dengan orang-orang serta lingkungan yang baik, yang bisa membuatku dekat dengan-Nya.

Sepuluh tahun berlalu, aku bukan lagi seorang remaja putri, kini aku sudah menjadi seorang ibu dari 2 putri dan usiaku hampir mendekati kepala 3. Aku bersyukur sekali karena Allah telah menjagaku di usia muda, mempertemukanku dengan orang-orang yang menjadi jalan hijrahku, termasuk suamiku yang Allah pertemukan kami lewat organisasi dakwah di kampus. Alhamdulillah hingga saat ini suamiku masih aktif untuk berdakwah di kalangan remaja sekitar rumah kami, dan tentu saja aku selalu mendukungnya sepenuh hati.

Hal tersebut memberi hikmah tersendiri , bahwa ketika kita bersungguh-sungguh menempuh jalan hijrah maka Allah akan memudahkan jalannya, mempertemukan kita dengan lingkungan yang baik serta orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, ya bagiku hijrah itu seperti magnet yang dengannya kita akan selalu dikelilingi dengan hal-hal baik, ya mungkin itulah yang dinamakan berkah atau bertambahnya kebaikan dalam segala hal.

So, agar hidup kita lebih berkah dan bermakna, yuk Hijrah !

 Itu tadi adalah kisah hijrahku yang bermula saat aku menjadi bagian dari komunitas hijrah anak muda, baik itu di kampus maupun di lingkungan tempat tinggalku, semoga ada hikmah dan pembelajaran yang bisa diambil ya kawan.

Berbicara soal hijrah, tentu saja hijrah itu maknanya luas. Hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang Allah benci. Ketika kita memutuskan untuk berhijrah maka kita pun dituntut untuk kaffah atau menyeluruh. Tak hanya soal penampilan dan ibadah, namun hijrah kita juga harus menjangkau seluruh aspek kehidupan kita, misalnya dalam hal pengelolaan keuangan

Kawan, tentu kita sudah paham bahwa salah satu  syarat mutlak dalam bermuamalah yakni setiap unsurnya harus terbebas dari riba, untuk itu banyak ayat di dalam Al-Qur'an serta hadist nabi yang mengatur tentang masalah riba ini. Terlebih di zaman sekarang ini praktik riba menjadi lebih sering kita temui, tentang sistem perbankan misalnya.

Untuk kalian yang sedang bersungguh-sungguh untuk hijrah, menghindari praktik riba dalam segala hal, tak perlu khawatir karena saat ini sudah ada gerakan #ayohijrah Bank Muamalat.

Yuk Kenal Lebih Dekat dengan Bank Muamalat !


PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“Bank Muamalat Indonesia”) memulai perjalanan bisnisnya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H. Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia.
-
Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah seperti Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia. Selain itu produk Bank yaitu Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah.



Mengapa Kita Harus Hijrah ke Bank Muamalat ?

  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

Apa itu #AyoHijrah ?


Grand Launching gerakan #Ayohijrah Bank Muamalat, Foto : menara62.com

Sesuai dengan arti dari Hijrah yang bermakna untuk “lebih baik” maka #AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

 Demikian pula melalui #AyoHijrah ini Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk berhijrah dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan Syariah untuk hidup yang lebih berkah.


Tujuan gerakan #AyoHijrah

Dengan #AyoHijrah diharapkan ada peningkatan kualitas diri, baik secara individu maupun organisasi, untuk semakin kaffah menjalankan syariat Islam, khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah. Cita-cita yang hendak diwujudkan oleh Bank Muamalat adalah menyetarakan pertumbuhan nasabah bank syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.

 Apa bentuk gerakan #AyoHijrah?


Secara umum gerakan #AyoHijrah dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan diri dalam berbagai bidang, khususnya mulai berpindah menggunakan layanan bank syariah untuk hidup yang lebih tenang dan berkah.

Sejalan dengan #AyoHijrah ini, produk Bank Muamalat juga berubah nama, apa saja?

Untuk memberikan layanan yang lebih berkah untuk nasabah dan masyarakat maka produk Bank Muamalat kami berikan nama baru sebagai berikut :
 Nah, itu tadi penjelasan seputar #Ayohijrah Bank Muamalat , semoga dengan penjelasan diatas kalian semakin yakin untuk bersungguh-sungguh hijrah dalam segala hal termasuk dalam hal pengelolaan keuangan, agar Allah menjadikan hidupmu lebih berkah dan bermakna.

Untuk kalian yang tertarik ingin bergabung bersama gerakan #Ayohijrah ini kamu bisa lihat informasinya di website dan media sosial Bank Muamalat berikut :

You Might Also Like

22 komentar

  1. Wah pengalaman hijrah dan organisasinya bagus Mba, bank Muamalat bank yang murni syariah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbak.. bank Muamalat adakah bank pertama yg murni syariah

      Hapus
  2. cerita hijrahny menarik mbak, dan masya Alloh keren sekali diterima di dua PT favorit^^

    BalasHapus
  3. Setahu saya Bnk Muamalat memang sudah ada sejak dahulu, saat konsep syariah belum diterapkan oleh perbankan nasional. Masya Allah tetap bertahan sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali bund.. bank Muamalat, bank pertama yg murni sistemnya syariah

      Hapus
  4. alhamdulillah bertemu dengan orang2 yang membantu proses hijrah, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Allah Maha Baik mempertemukan saya dgn orang2 yg membuat saya semangat ingun terus mempelajari islam

      Hapus
  5. Alhamdulillah, sudh menabung di bank Muamalat.
    Sebelumnya suami dan sy pakai BJB syariah. Tp suami segera beralih krn tmpt kerjanya pun mengarahkan pemberian gaji dsana. Klo sy msh bjb syariah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah MasyaAllah keren mbak.. sudha hijrah ke bank syariah, semoga rizkinya semakin berkah ya

      Hapus
  6. MasyaAllah mbak perjalanan hijrahnya mantap..menyelamatkan masa muda dengan hal yang jauh lebih mulia. Barakallahu mbak...dan...aku salah satu nasabah dari bank muamalat, ini bank pertamaku ketika ingin menabung tapi gak mau ada bunga-per-bungaan..sukses selalu mbak :)

    BalasHapus
  7. Mashaallah, aku sangat terkesan dengan kisah hikrahnya.

    BalasHapus
  8. wah masyaallah perjalanan hijrahnya bun dan akhirnya berhasil mendapatkan apa yang diinginkan ya. Suami juga sudah beralih ke bank syariah tapi bukan mualamat sih. Nah saya belom ada niatan juga untuk bank syariah. semoga dimudahkan hihi.

    BalasHapus
  9. Saya terharu dengan perjalanan hijrahnya mba

    BalasHapus
  10. Masya Allah, kisah hijrah yang penuh makna ya Mbak? Barokallah fiik

    BalasHapus
  11. MasyaAllah Mbak, dirimu sudah mulai berhijrah sejak kuliah ya. Semoga terus istiqomah dan dalam lindungan Allah yah.
    Pernah punya tabungan di Bank Muamalat ini juga tapi sekarang udah gak pernah dipakai lagi, nanti mau kembali buka rekening disana lagi deh.

    BalasHapus
  12. MasyaAllah alhamdulillah dimudahkan dalam berhijrah ya mbak.. Saya jga alhamdulillah mulai berhijrah saat kuliah dulu.. InsyaAllah bisa makin konsisten ya mbak.. Apalagi ikutan #ayohijrah bank Muamalat. Mantap kali :)

    BalasHapus
  13. Masya Allah, Mbak..perjalanan yang panjang dan pastinya tidak mudah..bersyukur ya sekarang sudah ada di titik ini..semoga terus istiqomah..aamiin

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah semakin banyak generasi millenial untuk berhijrah :)

    BalasHapus
  15. Jadi teringat saat muda hijrah dari belum berhijab menjadi berhijab total

    BalasHapus
  16. Maa syaa Allaah kisah hijrahnya inspiratif sekali Mbak. ya setiap orang punya kisah hijrahnya masing-masing. Btw bersyukur ya sekarang sudah ada bank seperti Muamalat yang cara kerjanya sesuai dengan syariat.

    BalasHapus
  17. Masya Allah teh, kisah hijrahnya menginspirasi banget. Alhamdulillah d pertemukan dengan lingkaran yang membuat movement hidup ini d upayakan semakin mendekat kepada-Nya ya.

    BalasHapus