Mengenal Fitrah Seksualitas pada Anak




Bismillah.
Tadi sore abis denger ceramah singkat ustadz Abu Salma Muhammad di yufid tentang perbedaan mendidik anak laki-laki dan perempuan yg didalamnya juga berkaitan dengan fitrah seksualitas anak laki-laki dan perempuan, dan insyaallah akan Saya share disini. Oya, Saya juga mengambil sumber dari materi Ustadz Hari Santosa & Teh Kiki Barkiah. Mudah-mudahan bisa bermanfaat ya.

Jadi Allah itu sebenarnya menciptakan Laki-laki dan perempuan dengan KEISTIMEWAANNYA masing-masing yang tentu banyak memiliki perbedaan, seperti misalnya Allah menciptakan wanita begitu spesial dengan menitipkan rahim yg kemudian darinya akan terlahir generasi-generasi terbaik dan jika dirawat dan dididik dengan baik tentu akan menjadi jalan surga, maka seharusnya kita tidak perlu mengkhawatirkan soal kesetaraan gender, karena itu tadi, Allah menciptakan laki2 dan perempuan dengan keistimewaannya masing-masing.

Lalu apa saja poin penting dalam mendidik fitrah seksualitas pada anak, (saya merangkumnya juga berdasarkan sumber lain yakni dari Ustadz Hari Santosa & Teh Kiki Barkiah)

1. IDENTITAS

Mengenalkan identitas gender, dilakukan saat anak sudah mulai memiliki ketajaman indera yakni sekitar 2 tahun, ia akan mengenali kemudian mempelajari bagaimana banyak perbedaan antara laki-laki dan perempuan, misalnya tentang cara berpakaian, kalau perempuan tentu ia akan melihat ibunya selalu berjilbab saat keluar rumah.


2. PERAN

 jika perempuan ia akan belajar dari ibunya tentang perannya dalam rumahtangga, jadi mereka akan belajar melalui kesibukan-kesibukan kita di rumah. Jika laki-laki, tentu akan belajar dari ayahnya, bahwa ayah berperan mencari nafkah, kemudian shalatnya harus berjamaah di masjid dan lain-lain.

3. MENCEGAH PENYIMPANGAN

Yang terakhir dengan mengetahui fitrah seksualitasnya, anak akan terhindar dari berbagai penyimpangan seksualitas seperti LGBT misalnya, maka diperlukan peran kedua orangtua dalam setiap tahap pertumbuhan sang anak, namun pada tahapan usia tertentu anak harus "lebih didekatkan" pada salahsatu sosok :

0-7 tahun : kedua orangtua harus hadir dan terlibat penuh untuk membangun bonding/kelekatan

7-10 tahun : ibu & anak perempuan, ayah & anak laki2, di tahap ini anak akan belajar tentang bagaimana sikap dan peran mereka sesuai gendernya masing-masing, pada bab shalat misalnya, anak laki-laki harus didekatkan dengan ayahnya agar ia terbiasa untuk shalat berjamaah di masjid, begitupun perempuan, melalui ibunya  ia akan dikenalkan tentang pentingnya menutup aurat dan mengapa Allah menitipkan rahim pada kita, karena di masa ini mereka disiapkan untuk menuju masa baligh sehingga kelak ia alan siap menerima beban syariat serta memiliki konsep diri yang baik

Diatas 10 tahun : silang, ayah-anak perempuan, ibu-anak laki-laki.
Di masa ini ayah harus hadir untuk anak perempuannya agar hatinya tidak "kosong" karena pada dasarnya perempuan itu membutuhkan sosok laki-laki, dengan hadirnya ayah secara penuh, maka insyaallah sang anak tak akan mudah tergoda dengan rayuan laki-laki dan akan terhindar dari bahaya pacaran/berkhalwat dengan lawan jenis.
Begitupun jika anak laki-laki dekat dengan ibunya di masa ini, maka ia akan memiliki empati terhadap perempuan juga memahami bagaimana ia berperan dan bersikap secara benar dan baik terhadap istrinya kelak.

Mudah-mudahan poin-poin diatas, meski singkat bisa bermanfaat bagi orangtua, terutama Saya yang insyaallah akan terus belajar mendidik anak sesuai fitrahnya.

0 Comments