Serba-serbi Tantrum Pada Anak (Part 1 : Teknik Sederhana Atasi Tantrum)




Bismilah.
Saya mau sharing lagi, kali ini berkaitan dengan tantrum. Disclaimer : Saya bukan psikolog ya, hanya berbagi tips berdasarkan pengalaman ngasuh 2 balita (4y & 2y)..

Dulu pas jaman anak sulung masuk usia 2y jujur Saya kewalahan banget menghadapi emosi anak yang meledak-ledak, hal ini ditunjang pula dengan kondisi saat itu baru melahirkan anak ke-2, tanpa ART, meski suami juga bantu pekerjaan rumah tapi tetap aja repotnya luar biasa. Belum lagi ada "trauma" dalam diri Saya yg belum "selesai", intinya dulu pas habis lahiran anak pertama Saya pernah mengalami kejadian yg nggak enak dari kerabat terdekat berkaitan dengan keputusan Saya untuk resign, tapi Saya nggak mau cerita, cukup disimpan aja.

Nah, semakin kesini Saya jadi belajar, tantrum sulit dihindari, seperti kata teh Kiki Barkiah kita hanya butuh MENGURANGI INTENSITAS TANTRUM & MELATIH ANAK UNTUK MENGUNGKAPKAN PERASAANNYA DENGAN BENAR.

5 HAL PENTING SAAT MENDAMPINGI ANAK YG SEDANG TANTRUM :

1. Tenangkan Diri
Ini penting, jangan sampai orangtuanya ikut-ikutan tantrum, susah sih tapi harus terus dilatih.

2. Pahami Perasaannya Terlebih Dahulu
Untuk melatih anak mengungkapkan perasaannya caranya ketika anak marah, jangan langsung dialihkan apalagi diberi respon negatif, PAHAMI PERASAANNYA TERLEBIH DAHULU dengan cara
Duduk/jongkok sejajar dengan anak kemudian tatap matanya sambil berkata "Dek, adek sedih ya, mainannya direbut kakak, Ibu tau memang rasanya nggak enak ya".

3. Hindari Memberi Respon Negatif
Setelah anak mengungkapkan perasaannya, kita ajak anak untuk bernegosiasi & cari solusi, sebisa mungkin hindari memberi respon negatif.

4. Setelah Anak Mulai Tenang, Lakukan Ini
Kita peluk kemudian kita beri penjelasan bahwa "Kalau adek ingin sesuatu, sampaikan dengan baik, tidak perlu berteriak atau menangis karena Bunda pasti dengar", lalu klarifikasi pokok permasalahannya yg menyebabkan anak menangis dan beri penjelasan mengapa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.

5. Jika Kita Lepas Kendali, Segera Meminta Maaf
Karena adakalanya kita sumbu pendek dan ikut2an tantrum, maka minta maaf kepada mereka secara tulus untuk mengobati luka di hati anak.


Nah, kalau anak sudah lebih besar, misal 3th kita bisa pakai trik khusus

1. Ajak Anak Bernegosiasi

Misal dramanya : Anak nggak mau mandi karena keasyikan main.
"Dek, adek nggak mau mandi ya, ya udah gini deh, sekarang Bunda mau lanjut masak dulu, tapi setelah bunda selesai masak, adek harus langsung mandi, janji ya". Kali Saya, kata "janji"nya harus ditekankan supaya sekaligus melatih nak belajar berkomitmen/bertanggung jawab dengan keputusannya.

2. Sampaikan Pesan Lewat Cerita

 Anak usia dini itu yg sedang berkembang pesat adalah aspek/daya imajinatifnya, makanya kalau kita mau pilih metode bermain anak maka disarankan adalah permainan yang bersifat imajinatif misalnya role playing, bukan kognitif.

Hal ini bisa kita manfaatkan untuk menangani tantrum lewat bercerita, misalnya kasus anak nggak mau sikat gigi sebelum tidur kita bisa ceritakan tentang kuman gigi yang sedang mencari tempat untuk tidur di malam hari & si kuman senang banget sama gigi yang kotor  dsb.

3. Briefing

Bagi Saya salahsatu cara terpenting untuk mencegah anak tantrum adalah kita harus punya JADWAL YANG TERATUR, kapan ia sarapan, mandi, tidur siang, bermain dll,  sehingga jika ia sudah PAHAM RITMENYA insyaallah frekuensi tantrumnya akan berkurang.
Misal untuk mencegah drama anak nggak mau mandi pagi, biasanya setelah sarapan, Saya kasih waktu mereka bermain sambil si anak di briefing "Dek, adik udah selesai sarapannya nah sekarang Adik boleh bermain sambil nunggu Bunda masak ya, nah setelah bunda selesai masak, bunda rebus air ya buat adik mandi, setelah itu Adik tidur ya" Pokoknya detail kegiatannya disebutkan satu persatu, nah saat mendekati waktu mandi pun bisa kita tegaskan kembali. "Dek, Bunda sebentar lagi selesai masak nih, bunda rebus air ya buat mandi adik, adik siap2".

Kesannya kok cerewet banget ya hehe.. tapi bagi Saya ini ampuh banget, yg penting kasih pemahaman ke anak dengan cara yang baik.

TERUS KALO TANTRUMNYA DI DEPAN UMUM GIMANA SOLUSINYA?

Jujur Alhamdulillah anak saya nyaris jarang banget tantrum di depan umum, yg Saya inget pernah sekali waktu diajak ke borma, dia pengen makan eskrim saat itu juga sedangkan kami harus segera pulang karena udah mau magrib.
Solusinya, menurut Saya yg pertama, seperti tadi, kita pahami dulu perasaannya, kemudian setelah anak mengungkapkan perasaannya, ajak bernegosiasi/cari solusi bersama-sama.

Duh kok kesannya gampang banget ya menangani tantrum, Secara teori memang begitu tapi praktiknya mah, masyaAllah 😭😭 kadang Saya pun sering nggak bisa kontrol bahkan seringkali harus time out sejenak, tapi insyaallah memang sabar itu harus terus dilatih.

Jangan bersedih karena sejatinya KITA & ANAK SEDANG SAMA-SAMA BERPROSES, maka nikmati saja, dan minta pertolongan Allah sesering mungkin, la haula wala quwwata illa billah, tiada daya dan upaya melainkan karena pertolongan Allah.

Mangats ya buibu, Insyaallah kalo ada waktu  saya lanjutkan ke part 2.

Note : Mohon maaf kalau tulisannya kurang rapi dan banhak singkatan soalnya Saya ngeblognya via HP.

0 Comments