Tips Food Preparation ala Mei


Foto : unsplash.com


Bismillah.

Kali ini aku mau sharing tentang tips food preparation sederhana yang hampir setahun ini aku terapkan dan lumayan efektif lho menurutku. Efektif mengurangi kegalauanku dalam menentukan menu, juga efektif mempersingkat waktu memasak.

Jadi food preparation itu sebenarnya udah lama boomingnya, cuma nggak tau  dulu aku nggak terlalu tertarik untuk mencobanya, alasannya karena dulu aku termasuk jarang masak, karena :

1. Dulu sebelum pindah ke rumah yang sekarang, rumahku sebelahan sama rumah ibu jadi otomatis sering banget dimasakin sama ibu hehe.

2. Dulu awal-awal lahiran anak kedua, aku keteteran banget karena nggak ada yang bantu di rumah (walau sebelahan, ibu aku  ngajar dari pagi sampai sore, jadinya ya aku tetep ngerjain semua sendiri, nggak ada yang bantuin), jadinya masak pun ya seadanya. Tapi semenjak pindah ke rumah yang sekarang, mau nggak mau aku harus masak, apalagi dapurnya Alhamdulillah sedikit luas jadinya semangat buat masak. Kalau di rumahku yang dulu dapurnya kecil banget, buat motong-motong bawang pun harus geserin ini itu hehe (curhat mode on).

Baca juga :


Balik lagi, nah ceritanya aku pindah rumah itu awal tahun lalu, dan dari situ aku mulai berpikir gimana ya caranya biar aku tetep bisa masak setiap hari disela-sela ngurus dua balita yang maunya nempel terus kayak perangko.

Akhirnya tercetuslah ide untuk memulai food preparation. Aku mulai googling-googling, cari inspirasi di Instagram, sampe ikutan kulwap homecooking & food preparation gitu.


Foto contoh hasil belanja untuk beberapa hari kedepan


Nah, sebelumnya aku mau sharing dulu tentang pola makan  di keluargaku :
  • Biasanya kami makan 3 kali sehari dan aku masak itu sekitar jam 7.30 atau jam 8.00, jadi menu sarapan kami itu adalah menu yang aku masak kemarin, jadi menu yang aku masak hari ini adalah menu untuk siang, sore, dan besok pagi.
  • Kalau menunya sih standar aja, yang penting harus ada sayuran dan sumber protein tentunya.
  • Kalau untuk anak-anakku (4y dan 2y) menunya kadang aku samakan dengan ayah-bundanya atau bisa juga terpisah. 
  • Untuk suami, aku biasanya nggak kasih bekal, soalnya dia biasa sarapan di rumah, dan makan siang di kantornya udah disediakan catering, jadi aku gak perlu repot-repot buat nyiapin bekal makan siang hehe. Alhamdulillah.
  • Untuk budget, tergantung sih, biasanya seminggu 200-250ribu, kadang bisa juga dibawah 200ribu, atau bisa juga lebih hehe, tergantung menu yang aku masak.
  • Apa aku setiap hari masak? Alhamdulillah, tapi kalo weekend kadang aku juga jajan bakso atau kulineran, tapi jarang juga sih, walaupun begitu aku juga tetep masak kok, terutama buat anak aku usahakan masak menu sayur dan protein buat mereka meskipun itu menu yang sederhana banget.
Lalu gimana sih cara food preparation ala aku, simak ya!

1. Merencanakan Menu Makan untuk Beberapa Hari Kedepan

Nah, kalo aku biasanya belanja ke pasar untuk keperluan memasak selama 3 hari, kalau orang lain mungkin ada yang sampai seminggu bahkan lebih. Kalau aku sih nyamannya buat 3 hari aja, karena kadang kebiasaan buruk aku tuh kalo udah beli sesuatu trus tiba-tiba mendadak jadi nggak kepingin masak menu tersebut, ada nggak sih yang suka gitu? Hehe. Jadinya daripada mubazir, aku tentukan selama 3 hari aja.

Pokoknya, menu yang kita tulis itu harus detail, kalo perlu bikin juga menu kudapannya (supaya anak nggak jajan diluar hehe).

Contoh :
Hari 1 : kerang dara asam manis + oseng rebung + sop makaroni untuk anak + bubur kacang ijo untuk kudapan.

Hari 2 : nasi liwet komplit + martabak manis untuk kudapan

Hari 3 : Soto ceker + buah-buahan untuk kudapan

2. Setelah Berbelanja, Simpan Bahan Makanan dengan Cara penyimpanan yang Sesuai

Misalnya, daging-daging aku cuci bersih lalu aku simpan di freezer dengan wadah terpisah, lalu sayurannya biasanya aku bungkus kertas supaya nggak gampang busuk, atau disimpan di wadah tertutup kemudian simpan di kulkas. Kalau untuk tahu biasanya aku rendam di mangkuk berisi air matang kemudian simpan di chiller (Kalau mau lebih awet, tahunya bisa direbus dulu sebentar, jangan kelamaan ya karena bisa merusak cita rasa tahu itu sendiri). Kalau tempe biasanya aku simpan di dalam plastik atau wadah kedap udara.

Kalau untuk bawang, tomat, kentang, dan jenis umbi-umbian biasanya aku simpan di suhu ruang. Rimpang-rimpangan aku simpan di kulkas. 

Daun salam, sereh, daun jeruk aku bungkus di plastik zip lock lalu disimpan di freezer. Kalau untuk merica, ketumbar, pala, biasanya aku beli yang kemasan bubuk, begitu juga herbs lain seperti parsley, oregano, dan lain-lain.

3. Membuat Bumbu-bumbu dalam Bentuk Pure

Nah ilmu ini aku dapet pas ikut kulwap bareng Mbak Dewi owner Bumbu Bude, aku jadi mulai kepikiran bikin pure bumbu-bumbu. Kalau dulu aku taunya cuma bikin Bumbu-bumbu dasar (bumbu merah, kuning, dsb), bagi aku sih kurang fleksibel makanya nggak aku terapkan.

Nah kalo kata Mbak Dewi, kita bisa bikin dalam bentuk pure yang nantinya lebih fleksibel, diantaranya :
  • Pure bawang putih
  • Pure bawang merah
  • Pure kunyit jahe (soalnya mereka berdua soulmate banget, sering ketemu di banyak menu masakan heh)
  • Pure cabe
Lalu cara bikin purenya gimana? Gampang guys, tinggal blender lalu panaskan pakai teflon sampai minyaknya keluar, jangan lupa tambahkan garam. Kemudian simpan di wadah kering dan kedap udara lalu simpen deh di freezer/chiller.

Kenapa bamer sama baputnya dipisah?
Alasannya kadang mereka nggak selalu bersatu, maksudnya ada menu yang bawang putih atau bawang merah aja, contoh buat bumbu ikan biasanya aku cuma pake baput aja.

Kenapa harus dipanasin dan disimpan di kulkas?
Untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Kalo nggak punya kulkas gimana?
Kalo kata mbak Dewi sering-sering diangetin aja purenya terus menurutku jangan terlalu banyak juga bikin stoknya.

Pokoknya setelah bikin pure bumbu ini rasanya masak tuh jadi semangat, soalnya ngulek jadi nggak berat, seperlunya aja.

O ya, kalo aku untuk bumbu-bumbu macem kemiri ketumbar biasanya aku sangrai sampai wangi terus simpen deh di wadah tertutup.

4. Jangan Lupa Beli Bahan-bahan Pendukung Saat Belanja Bulanan

Aku tuh kebiasaan suka lupa sama detail-detail kecil kayak beli garam, asam jawa dll, jadinya kalo belanja bulanan aku langsung beli deh semua yang aku butuhkan selama sebulan kedepan.
Contoh : garam, kecap, merica, tepung bumbu, santan/fiber creme, royco, dll.

Bahkan lemari aku udah macam toko kue, semua bahan-bahan baking lengkap tersedia hehe. Soalnya anakku (dan aku) hobby ngemil banget trus susah mau keluar rumah jadinya kita sediain alat tempur di rumah hehe.

Contoh bahan yang wajib ada untuk membuat cemilan/kudapan : tepung-tepungan ( terigu segitiga & cakra, tepung beras, maizena dll), keju, SKM, BP, BS, ragi, SP, butter, margarin, dan lain-lain.

Nah itu tadi tips sederhana food preparation ala aku, simpel sebenernya, intinya semua perencanaan harus matang, bahan-bahan harus ada, baik bahan menu yang mau kita masak maupun bahan penunjang, insyaallah masak jadi lebih cepat dan menyenangkan.

Mudah-mudahan yang aku tulis ini meski singkat tapi bermanfaat ya :).



0 Comments