Sering Overthinking? Yuk, Atasi dengan Cara Berikut !


Ilustrasi overthinking. Gambar : www.theawarenesscentre.com

Pernah nggak sih kalian memikirkan sesuatu sampai lamaa banget bahkan bikin nggak bisa tidur, atau kalau itu terjadi di siang hari bisa mengganggu produktivitas kita. Bahkan terkadang pikiran-pikiran tersebut membuat kita "lelah", baik secara mental maupun fisik.

Kalau kalian sering mengalami hal tersebut, mungkin itulah yang dinamakan dengan overthinking. Yups, istilah dalam dunia psikologi ini mungkin udah nggak asing, tapi kadang kita justru nggak paham dan akhirnya bingung bagaimana cara mengendalikannya.

Apa itu Overthinking?

Gambar : Flickr.com
Sebetulnya, nggak ada definisi pasti dari overthinking. Overthinking itu pada intinya ketika kita memikirkan sesuatu secara terus menerus seolah nggak ada ujungnya dan kegiatan tersebut terus kita lakukan secara berulang hingga nggak sadar berubah menjadi sebuah kebiasaan.

Melansir dari Tirto.id yang juga dikutip dari Psychology Today, overthinking dapat berupa ruminasi, kondisi ketika seseorang berhubungan dengan ingatan terus-menerus pada masa lalu, dan khawatir berlebihan, jika ia berhubungan dengan masa depan.

Mudahnya, overthinking itu biasanya terjadi ketika kita terus-menerus memikirkan sesuatu yang telah, sedang, dan akan terjadi. Misalnya, kita punya pengalaman atau trauma masa lalu seperti perasaan malu, bersalah, kesal, sakit hati. Atau saat kita terobsesi sesuatu atau bahkan mengkhawatirkan sesuatu.

Sebuah studi menemukan bahwa 52 persen dari orang-orang setengah baya berusia 45 hingga 55 tahun memikirkan suatu problem secara berlebihan atau mengalami Overthinking. Demikian pula, ada sekitar 73 persen dari orang dewasa usia 25 hingga 35 tahun terjebak di masalah yang sama.

Overthinking, Bahaya Nggak, Sih?




Gambar : www.medium.com


Sebetulnya overthinking bukanlah merupakan sebuah disorder atau gangguan. Namun kalau itu terjadi sangat sering dan berulang terus menerus, itu bisa mengganggu kualitas hidup kita, dan bahkan bisa jadi pencetus berbagai gangguan mental atau bahkan penyakit fisik.

Dilansir dari The Health Site, beberapa masalah yang kerap muncul akibat overthinking antara lain bisa berupa terganggunya metabolisme tubuh, masalah pencernaan, berpotensi merusak organ jantung, hingga merusak kesehatan kulit.

 Terdapat sebuah studi di 2013 yang diterbitkan oleh Journal of Abnormal Psychology yang mengatakan bahwa terlalu memikirkan kesalahan masa lalu bisa meningkatkan risiko gangguan mental.

Ciri-ciri Overthinking


Sebetulnya, memang ada tipe orang yang amatlah detail dalam memandang atau memikirkan sesuatu, dan menurutku itu bukanlah overthinking.

Contoh kasus, beberapa hari lagi kita mau intervew kerja, nah kadang ada orang yang detail banget mikirin mau berangkat jam berapa, naik apa, mau jawab apa nanti, bahkan mikirin pakai outfit warna apa hehe. Pokoknya intinya gitu deh, dan aku termasuk tipe ini hix..

Lalu, yang dinamakan overthinking itu seperti apa?
Menurutku, overthinking itu terjadi ketika kita :

1. Terlalu cemas berlebihan.
2. Terlalu memikirkan apa kata orang.
3. Terlalu memikirkan dan menyesali masa lalu.
4. Terlalu sering menyalahkan diri sendiri.
5. Terlalu takut untuk memulai sesuatu.

Lalu, Bagaimana Tips Mengatasi Overthinking?





Fokuslah pada Hal-hal yang Berada dalam Kendali Kita

Ini penting banget, karena kita harus sadar 100% bahwa ternyata ada hal-hal yang nggak bisa selalu berada dalam kendali kita. Misalnya, tanggapan orang. Capek lho kalo kita cuma mikirin "apa yang orang lain pikirkan tentang kita". Nggak akan maju-maju euy, yang ada kita bakal statis di tempat.

Contoh, aku sering insecure, "kalau aku nulis status medsos tentang ini, kira-kira orang lain bakal nganggap aku sok-sok idealis nggak ya". Padahal yang aku tulis itu bukanlah hal yang buruk, justru bermanfaat. 


Atau kalau misalnya, kita udah berbuat baik sama orang tapi ternyata dia respon sebaliknya, maka jangan lantas kecewa.

Karena, ya itu tadi, kita nggak bisa nyuruh orang lain untuk merespon segala sesuatu sesuai keinginan kita. Satu yang bisa kita kendalikan, apa? Yakni, cara pandang kita :) 

Itu mah contoh kecil aja sih, masih banyak banget contoh lain bagaimana sebaiknya cara kita mengendalikan sesuatu yang ada dalam kendali kita 

Berlatih Mindfulness

Mindfulness berarti melakukan sesuatu yang menuntut kita untuk sepenuhnya "sadar" dengan kegiatan atau hal-hal yang sedang kita lakukan.

Kita bisa memulainya dengan melakukan hal berikut :
Pada saat makan, maka fokuslah dengan makanan kita, jangan makan sambil nonton TV, pegang gadget, dan lain-lain. Fokuslah, nikmati makanan kita sampai habis 

Atau kita bisa juga keluar rumah sebentar, menyiram tanaman atau menikmati udara pagi di rooftop sambil memperhatikan keadaan sekitar, lihat, rasakan, dan dengarkan bagaimana suasana kala itu, kemudian nikmati detik itu seraya mengucap syukur akan banyak hal.

Jadwalkan Waktu untuk Bermuhasabah

Nah, ini penting banget, dalam sehari, luangkan waktu untuk berkontemplasi diri, atau istilahnya bermuhasabah untuk merenungkan banyak hal dalam hidup. Misalnya, pikirkan apa saja tantangan-tantangan yang sedang kita hadapi kemudian bagaiman strategi agar kita bisa melewatinya dengan baik.

Pilihlah waktu yang ideal untuk bermuhasabah, menjelang tidur misalnya. Kemudian tetapkan durasi waktunya, misalnya 30 menit, dan setelah waktu habis, maka, STOP!,  kita harus betul-betul menghentikan aktivitas tersebut.

Mencari Distraksi

Setiap orang punya distraksi yang berbeda-beda, maka carilah sesuatu yang bisa membuat kita "lupa" dengan permasalahan-permasalahan yang sedang menggangu pikiran kita. Rehatlah sejenak dengan hal-hal lain yang menyenangkan dan menenangkan.

Baca juga :

Sesekali kita bisa meluangkan waktu untuk membaca buku, berolahraga, menulis, membuat kue, dan hal-lain yang membuat fokus kita bisa teralihkan dengan hal-hal yang kita sukai.

Bercerita Kepada Pasangan atau Sahabat

O ya, meski introvert sekalipun, kita butuh lho untuk sekadar mengurangi beban yang ada di pikiran dengan bercerita kepada orang terdekat.

Dengan bercerita, mengungkapkan isi hati, otomatis kita bisa mengurai benang-benang kusut yang ada di kepala kita. Bahkan, jika memungkinkan, kita sekaligus bisa meminta solusi kepada mereka.

Karena terkadang ada sesuatu yang memang lebih baik jika tidak dipendam sendiri karena kelak akan menjadi sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Nah, itu tadi tipa sederhana yang bisa kita aplikasikan untuk mencegah dan mengurangi kebiasaan overthink yang cukup menganggu kualitas hidup kita.

Hal lain yang harus diperhatikan yakni, jangan lupa untuk selalu menghargai diri sendiri. Love your self first!. Karena terkadang, kita justru terlalu sibuk menyalahkan diri dan cenderung tidak nrimo dengan banyak hal yang terjadi pada hidup kita.

Intinya kita harus tawakkal, segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, Laa haula wala quwwata illa billah. Kalau sudah seperti itu, seharusnya tak ada lagi yang harus kita takutkan, iya nggak?  :)




Semoga tulisanku yang singkat ini bermanfaat ya :)

Salam Hangat


Meila Hani




Referensi :
https://satupersen.com/kiat-mengatasi-overthinking
https://tirto.id/cara-menghentikan-overthinking-pikiran-dan-kecemasan-berlebihan-eMYd


22 Comments

  1. Salam kenal mbak. Saya kadang suka mikir masalah kerjaan sampai dibawa pulang, hehehe. Tapi skrng berusaha tidak memikirkan masalah kerjaan di rumah.

    ReplyDelete
  2. Sekarang selalu berusaha diusahakan yang terbaik tapi enggak ngoyo atau ngotot. Kalau belum rezeki, ya udah belajar menerima 😊. Biar happy terus enggak stres hehehe

    ReplyDelete
  3. love your self first. thats the point, thank you remindernya mbak :D

    ReplyDelete
  4. mba aku rasanya memang orang yang seperti ini, kalau cemas suka berlebihan, kadang suka merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri atas kejadian-kejadian yang di luar kontrol kita, tipsnya sangat berguna sekali mba, aku mencobanya dengan mencari distraksi, aku berusaha produktif setiap hari untuk bisa meluoakan kecemasan itu, terima kasih mba sharingnya

    ReplyDelete
  5. overthinking itu bikin capek banget nggak sih? bahkan fisik bisa ngerasain capek yang sama juga. makanya aku kadang buru-buru cari pengalih perhatian bisa terhindar dari overthinking

    ReplyDelete
  6. Dulu sempat gak natural kayak gini karena khawatir seperti ada yg akan memarahi kalau nggak melakukan ini itu dulu. Penyebabnya karena trauma sering dimarahi waktu itu

    ReplyDelete
  7. Saya Pernah Mbak masuk pada posisi Overthinking, biasaanya saat mau bepergian, atau melakukan aktifitas yang baru biasanya malamnya enggak bisa tidur sambil memikirkan kira-kira nanti bagaimana ya???

    Sekarang saya menemukan resepnya agar tidak terlalu pikiran atau Overthinking ketika hendak melakukan sesuatu.

    Yaitu langsung lakukan dengan Bismillah jangan di fikir dulu kalau sudah ada niat, pada kenyataanya jadi mudah tidak sesulit yang di bayangkan.

    ReplyDelete
  8. iya ih saya sering deh getu, seringnya kalo besok ada job make up. yang harusnya tidur cukup buat besok dini hari, malah jadi kurang tidur, heuu.. akhirnya sekarang pasrah aja hehe

    ReplyDelete
  9. Aku kok belum pernah ya Mbak. Kalau mikirin hal yg Sama secara terus menerus belum pernah sih. Palingan hanya tiga Hari gitu memikirkan hal tersebut, dan enggak jadi kebiasaan. Semoga Kita semua selalu bersyukur agar semua masalah dpt diatasi, jgn sampai kelamaan dipikirin.

    ReplyDelete
  10. Saya kayaknya sering overthinking, deh. Akibatnya, saya sering cemas karena belum apa-apa saya sudah kepikiran yang tidak-tidak. Benar-benar bikin gak nyaman.

    ReplyDelete
  11. Huhuhu aku banget ni. Apalagi kalau udah dikejar DL atau ada masalah yang datang. Akhirnya malah keterusan ga bisa tidur

    ReplyDelete
  12. Kayaknya capek banget deh ya... mengalami over thinking itu. Alhamdulillah sih sejauh ini tidak pernah mengalaminya. Semoga nggak pernah akan pernah.

    ReplyDelete
  13. duuh, gawat juga ya kalau overthinking gitu, bisa-bisa jadi sakit juga kan itu.
    menulis bisa jadi healing juga tuh, daripada mikir berlebih mending dituangkan deh menjadi sebuah cerita/curhatan jika merasa sulit untuk mengeluarkannya ke orang lain secara langsung :)

    ReplyDelete
  14. Ah, iya pernah banget overthinking. Gara-gara ada hal yang dipikirkan terus dan terus. Lama-lama lelah, bikin stress. Memang akhirnya kembali pada-Nya adalah solusi terbaik sama meminta pandangan orang terdekat dan mendapat dukungan dari mereka

    ReplyDelete
  15. Saya pun ketika mo apdet status d medsos suka mikir nanti gimana y krn males ribut aj sih mb
    Ini overthinking jg y masukny hehe
    Emng bner tipsny jgn fokus ke yg g bisa kita kendalikan y mb

    ReplyDelete
  16. Ini saya sering mengalami, tapi selalu berusaha untuk melawan dengan positif thinking. Alhamdulillah sekarang jauh lebih baik dan bijak Insya Allah. Terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
  17. Bahayanya kalau overthingking itu berlanjut dan mengakibatkan depresi ya mba, sejauh pemahaman kadang depresi yang sering dialami itu bukan karena kurang bersyukur tetapi karena terlalu peduli terhadap perkataan orang lain

    ReplyDelete
  18. Terkadang aku over thinking terkait dengan perkembangan dan kebahagiaan anak2ku. Kalau lagi kumat, biasanya aku redakan dengan sholat malam :)

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah
    saya termasuk orang yg santuy
    dalam beberapa keadaan mungkin malah terlewat santuy hehe

    Terimakasih tipsnya

    ReplyDelete
  20. aku banget nih mba kalau ada masalah pasti overthinking, bahkan kayak ercakapan tentang masalah itu terus live aja gitu di otak bahkan sampai tidur pun mimpinya masalah itu.

    ReplyDelete
  21. Yang jelas pasti over thingking sesuai tambah umur, beban yang dipikul dan ditanggung, kunci saya hanya pengendalian emosi saja

    ReplyDelete
  22. Dulu iya, aku overthinking heheheee... Apa-apa dipikir. Kerjaan kantor sampai termimpi-mimpi di rumah.
    Alhamdulillah, seiring bertambahnya usia dan banyaknya ujian hidup, menjadi lebih tangguh dan semakin bersyukur, plus ikhlas. Yang penting kita sudah melakukan yg terbaik, mbak Mei.

    ReplyDelete