Membantu Bunda Membuat Kue Brownies (Portofolio Home Education Anak Usia Dini)


Portofolio Home Education Naura 

Membuat Kue Brownies Bersama Bunda


Hari/Tanggal : Jumat, 29 Mei 2020

Fasililitator : Bunda

Kegiatan :
1. Mengenal nama alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kue brownies.
2. Praktik Membuat kue sekaligus mempelajari alurnya secara sederhana.
4. Mencoba kue yang sudah matang sekaligus identifikasi rasa, warna, dll.
5. Perjalanan sepotong kue brownies (Mengenal tanaman coklat melalui YouTube dan proses pembuatan coklat batang).
6. Tafakur dan Tadabur tentang penciptaan tanaman coklat hingga akhirnya bisa sampai kepada kita dan bisa kita makan.
7. Adab dan akhlak seorang muslim terhadap makanan, juga adab agar terbiasa membantu orangtua.

Tujuan :
1. Agar anak belajar memaknai dan menghargai sebuah proses.
2. Agar anak terlatih untuk memahami sesuatu secara sistematis.
3. Menumbuhkan rasa empati, peduli membantu orang lain (dalam hal ini membantu orang tua di dapur).
4. Menumbuhkan rasa penasaran dan keingintahuan anak tentang banyak hal.
5. Menumbuhkan self confidence pada diri anak, karena kita memberinya kepercayaan untuk mengerjakan sesuatu.
6. Mengajak anak agar selalu bersyukur akan nikmat yang Allah beri, dalam hal ini nikmat rezeki berupa kue yang lezat.
7. Mengenalkan anak adab makan dan memperlakukan makanan (berdoa, bersyukur, dan tidak mencela makanan).
8. Menumbuhkan pemahaman tentang Allah Maha Pencpita dan Pemberi Rezeki
bahwa Allah menciptakan tanaman coklat sebagai rizki untuk makhluk-makhluknya.

Manfaat :
1. Dalam hal kognitif, anak akan belajar mengenal nama, bentuk, warna, ukuran, dan fungsi sebuah objek.
2. Dalam hal fisik/motorik, anak akan belajar melalui praktik langsung membuat kue. O ya, anak juga diajak untuk mencium wangi kue kemudian mengenali rasa, bentuk, dan warna dari kue brownies.
3. Dalam aspek emosional/sosial anak akan dikenalkan dengan konsep waspada terhadap benda-benda-benda yang berbahaya (karena pada praktiknya, ada part yang anak tidak diizinkan untuk melakukannya, misalnya menyalakan kompor, mixer, dan menyentuh bagian oven yang panas).
Selain itu melalui kegiatan ini, anak akan terstimulasi untuk terus bertanya banyak hal seperti fungsi alat pembuat kue, cara mengaduk, dan lain sebagainya.
Anak juga dilatih untuk menumbuhkan rasa percaya diri karena diberi kepercayaan penuh (sembari diawasi) untuk membuat kue.
4. Dalam hal moral-agama, anak akan diajak untuk mengenal Allah lebih dekat melalui ayat kauliah-Nya (dalam hal ini tentang penciptaan tanaman coklat), serta Allah Maha Pemberi Rezeki.
5. Dalam hal bahasa, anak diajak untuk berdiskusi, mengevaluasi apa saja kegiatan hari ini, menyebutkan kembali nama alat pembuat kue serta urutan ringkas tentang pembuatan kue brownies.
7. Dalam hal practical lifeskills, anak akan diajarkan cara mengaduk makanan, menuangkan benda, dll.

Teknis Kegiatan:
Naura dan Wafa diajak mengambil alat dan bahan untuk membuat kue yang ada di lemari kemudian dikenalkan nama dan fungsi dari alat-alat tersebut.




Kemudian, Naura diajarkan cara menimbang cokelat, terigu, gula, dan butter (kalau untuk ukuran/takarannya dia belum paham, hanya aku ajari teknisnya saja).




Naura juga diajarkan dan praktik menggunting dan menempelkan baking paper pada loyang.




Setelah itu, Naura membantu mengaduk DCC, butter, dan minyak yang sedang dilelehkan di kompor (ini harus diawasi banget ya, karena berhubungan dengan api dan gas).




Naura juga aku suruh untuk mengaduk dan mengayak tepung terigu serta coklat bubuk.




O ya, kalau untuk mixer, itu bagianku, soalnya berhubungan dengan listrik, jadi agak ngeri-ngeri sedap juga.

Setelah semua bahan diaduk, aku tuang adonannya di loyang kemudian Naura, dibantu si kecil Wafa, aku suruh menaburi topping berupa almond slice dan choccochips.




Terakhir, saat proses pemanggangan, aku ajak mereka melihat caranya saja karena oven ini sangat panas, khawatir tangan mereka bisa melepuh.

Sorenya, sambil aku melipat pakaian, ditemani rintik-rintik hujan nan syahdu xixixi. Aku ajak Naura evaluasi kegiatan hari ini sembari menjelaskan asal-usul coklat, aku ajak juga nonton proses pembuatan coklat dari pohon hingga ke pabrik.

Tak lupa, aku selalu menyisipkan materi Tadabur dan tafakur tentang penciptaan tanaman coklat, mengajarkan mereka tentang Allah sebagai Maha Pencipta dan Pemberi Rezeki.

Bersyukur karena ternyata sepotong kue brownies yang kita makan perjalanaannya panjaaaang sekali, dan melibatkan banyak orang mulai dari Pak Tani, pemilik kebun, pegawai pabrik coklat, dan lain-lain. Maka ketika sudah sampai di tangan kita, itulah salahsatu bentuk kuasa dan kasih sayang Allah.

Allah juga memberikan kita mulut, lidah, hidung, tangan, sehingga kita bisa merasakan kue brownies yang lezat ini. Alhamdulillah.

Maka, sebagai muslim kita harus bersyukur kemudian memiliki adab yang baik terhadap makanan, seperti tidak mencela makanan, berdoa, dan senantiasa bersyukur, juga adab lain seperti makan secukupnya dan menghabiskan makanan serta tidak makan sambil jalan dan lari.

Selain itu, melalui aktivitas ini, anak diajak agar terbiasa membantu orang lain, dalam hal ini membantu orangtua mengerjakan pekerjaan rumah.

Respon Anak & Catatan-catatan Penting

Dari awal Naura senang sekali diajak membuat kue, karena aku memang sering melibatkan mereka beraktivitas di dapur, seperti membuat puding, mengupas bawang putih, membuat pop corn, dan lain-lain.

Aku juga merasa kalau Naura kelak bakal punya passion di bidang ini, karena dia senang sekali menonton acara masak-memasak yang ada di YouTube.

Kalau pada saat praktiknya, Alhamdulillah Naura cukup percaya diri, bahkan saat melelehkan DCC di kompor, dia terbilang cukup berani saat mengaduknya.

Begitu juga saat mengaduk dan mengayak tepung, hasilnya lumayan rapi meskipun ada tumpah-tumpah sedikit.

Saat Tadabur dan tafakur Naura Alhamdulillah sudah memahami dengan baik materinya serta ia mendengarkan semuanya dengan baik

Alhamdulillah selesai deh, mudah-mudahan meski singkat tapi bermakna :).

O ya, buibu kalo yang mau resep brownies ini, silakan klik link berikut



2 Comments

  1. Ya ampooooon, gemasss. sudah bisa membantu bunda :D

    ReplyDelete
  2. wah seru banget, aku juga jadi pengen berkreasi bersama keponakanku :D

    ReplyDelete