Menjaring Peluang Bisnis via Website dan Marketplace, Manakah yang Lebih Menjanjikan?




Go Online or Goodbye!
Itulah sebuah jargon yang sering sekali didengungkan para internet marketer. Ya, era digital yang sedang kita nikmati saat ini membawa banyak perubahan besar di hampir semua lini kehidupan.

Salahsatunya adalah tentang bergesernya pola belanja masyarakat, maka pantas saja,  dalam bukunya D'Gil Marketing : Think Like There is No Box, Pak Ahmad Bambang, Mantan Dirut Pertamina menegaskan "Di era disruptif seperti sekarang ini, kompetisi bisnis semakin menggila dan tak tentu arah. Kita harus siap menghadapi pesaing dari arah yang tidak terduga-duga, bahkan dari industri yang sama sekali berbeda".

Contohnya, mall/supermarket, kini pesaingnya bukan hanya mall atau supermarket lainnya, namun mereka harus menghadapi ancaman dari perusahaan  web/aplikasi belanja online, begitupun hotel, lembaga kursus, toko pakaian, dan lain sebagainya.

Data statistik tentang bergesernya pola perilaku belanja masyarakat dari tahun ke tahun. Sumber : shopback

Lalu, bagaimana dengan bisnis kita? Sudahkah ia berevolusi? Bagaimana strategi yang tepat agar bisnis kita mampu tampil hebat ditengah persaingan bisnis online yang semakin ketat?

Sebetulnya, dalam dunia digital marketing, ada banyak metode dan tempat untuk memasarkan produk dagangan kita, namun, sesuai judulnya, saya hanya akan membahas marketplace dan website.

Perbedaan sistem yang ada di marketplace dan website

Untuk mengenali perbedaan fisik antara marketplace dan website toko online, sederhananya, jika kita membuka toko di marketplace, sama halnya kita berjualan di mall, kita hanya numpang, sehingga mau tidak mau harus mengikuti semua sistem yang dibuat oleh si pemilik mall.

Sedangkan, jika berjualan via website, berarti kita membangun toko itu sendiri tanpa harus menumpang kepada siapapun, sehingga sistem dan manajemennya kita buat secara mandiri.

Ilustrasi perbedaan fisik antara marketplace dan website

Lalu, manakah yang lebih menguntungkan?
Sebelum membahas dan membandingkan lebih jauh, agar lebih mudah,  saya akan menjelaskan tentang 2 poin penting untuk menghasilkan CLOSING, yakni :

1. Jangkauan Pasar
2. Kredibilitas


Keduanya menurut saya adalah hal utama yang mempengaruhi bagaimana nantinya konsumen melihat dan akhirnya tertarik dan akhirnya membeli produk kita (closing).

Mari kita bahas kedua poin tersebut satu persatu.

Jangkauan pasar adalah tentang bagaimana konsumen nantinya dapat menjangkau produk atau toko online kita. Analoginya seperti membuka toko offline, tentu kita akan memilih tempat strategis seperti pinggir jalan, pusat kota misalnya, agar toko kita dapat terlihat dan mudah dijangkau masyarakat. Begitupun toko online, kita harus memilih tempat yang strategis agar terlihat dan terjangkau oleh calon konsumen kita.

Jika produk/toko online kita sudah dijangkau calon konsumen, selanjutnya adalah tentang kredibilitas.

Kredibilitas yakni tentang kualitas, kapabilitas, dan kekuatan yang melahirkan kepercayaan calon pembeli, tak hanya itu kredibilitas yang baik tentu juga berkaitan erat dengan loyalitas, sehingga nantinya konsumen tak ragu untuk menjadi pelanggan tetap pada produk yang kita jual.

Lalu bagaimana dengan Marketplace & Website Toko Online?


Saya tidak akan membahas tentang kelebihan dan kekurangannya, namun lebih ke TANTANGAN yang dihadapi marketplace & website toko online berkaitan dengan 2 poin tersebut.

1. Jangkauan Pasar



Tantangan dalam hal jangkauan pasar

Tantangan Bagi Website dalam Hal Jangkauan Pasar


*Website harus memiliki traffic yang baik agar ia mampu tampil di halaman-halaman pertama mesin pencari. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi website/toko online yang baru dibangun, karena kebanyakan yang bertengger di halaman awal mesin pencari kebanyakan adalah website yang sudah lebih lama serta yang memiliki traffic tinggi.

*Maka, untuk membangun dan mengelola sebuah website memang butuh skill khusus yang harus dipelajari, misalnya tentang SEO on page, memahami sistem google analytic, dan lain-lain. Berbeda dengan marketplace yang secara teknis lebih sederhana dan mudah dipahami.

*Selain itu, kita harus menginvestasikan biaya khusus seperti biaya sewa hosting dan fasilitas lain untuk menunjang keamanan data, juga biaya khusus jika kita menyewa seorang programmer/web developer jika kita tidak mampu mengelola website kita secara mandiri. Berbeda dengan marketplace, kita tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis (kecuali marketplace premium yang mengharuskan sellernya menyimpan deposit sejumlah uang).

Ya, ketiga hal diatas sangat penting guna meningkatkan jangkauan pasar dari toko online kita.

Tantangan Bagi Marketplace Dalam Hal Jangkauan Pasar


*Meskipun marketplace yang kita gunakan sudah tampil unggul di mesin pencari, nyatanya kita harus ikut bersaing dengan banyaknya toko/akun di dalam marketplace tersebut. Mau tidak mau kita harus siap "berdesak-desakan" agar toko/akun kita dapat muncul di urutan pertama pada saat konsumen melakukan pencarian produk di marketplace.

*Maka, dibutuhkan juga skill khusus yang berkaitan dengan algoritma marketplace itu sendiri. Terlebih, sistem algoritma marketplace itu biasanya bersifat dinamis, bisa berubah sesuai kehendak si pemilik marketplace, dan itu menjadi sebuah tantangan yang tak mudah untuk ditaklukkan.

*Namun nyatanya, pada banyak kasus, yang terjadi adalah Perang-perangan harga, karena kebanyakan dari konsumen akan mencari produk dengan harga yang paling murah, sehingga yang muncul di awal adalah produk dengan harga termurah.

Hal tersebut dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Daily Social dan Jakpat kepada 2026 responden di seluruh Indonesia, data menunjukkan sebuah layanan marketplace dianggap favorit jika menawarkan harga yang terjangkau.

Harga masih jadi faktor penting yang mendukung preferensi layanan marketplace. Sumber : daily social.id

*Berbeda dengan website, jika kita yakin produk kita original dan kualitasnya  bagus, maka kita tidak perlu ikut dalam arena perang-perangan harga, karena fakta di berbicara,sebagian besar seller di marketplace rela mengambil margin penjualan yang sedikit demi memenangkan persaingan tersebut, terutama bagi para "pemain baru", salahsatunya demi membangun kekuatan tokonya (star seller, logo diamond, dan lain sebagainya).

*Jika website bisa menjangkau pasar global, marketplace biasanya terbatas hanya pada market dalam negeri saja, sehingga tentu akan sulit mendapatkan "kolam" yang berasal dari luar negeri yang mungkin bisa jadi membawa prospek yang lebih besar.

*Selain itu, sistem di marketplace cenderung membuat kita lebih sulit untuk membangun sistem keagenan, berbeda dengan website yang lebih fleksibel karena sistemnya kita bangun sendiri, maka untuk membangun jejaring bisnis, website bisa lebih diandalkan.



2. Kredibilitas


Tantangan dalam hal kredibilitas

Tantangan Bagi Website dalam Hal Kredibilitas


*Memang, jika kita berjualan di website, maka produk kita akan terkesan lebih eksklusif dan toko terlihat lebih profesional, namun ternyata itu kadang tak cukup bagi sebagian calon konsumen.

Seperti yang dikutip dari iPrice tentang sikap masyarakat yang ternyata masih ragu untuk berbelanja  dan bertransaksi secara online, datanya bisa dilihat pada gambar berikut


Data statistik yang dikutip dari iPrice group tentang keraguan dalam berbelanja dan bertransaksi online. Sumber : dailysocial.id

Hal ini, salahsatunya berkaitan rasa was-was terkait maraknya penipuan berkedok bisnis online, maka yang menjadi titik beratnya adalah soal sistem/metode pembayaran, itulah mengapa ada sebagian orang lebih senang berbelanja di marketplace karena mekanisme pembayarannya lebih aman dengan adanya pihak ketiga.

Tantangan Bagi Marketplace dalam Hal Kredibilitas


*Branding. Ya, kredibilitas tentu berkaitan dengan branding, namun nyatanya marketplace tidak peduli dengan branding kita, terbukti jika kita mencari produk maka yang urutan tampilan yakni berdasarkan jumlah penjualan bukan brand yang paling bagus.

Padahal dalam bisnis online, brand ini penting sekali. Gampangnya, kita ambil contoh dari sebuah kemungkinan terburuk. Ya, bukan tidak mungkin jika "mall online" tempat kita menggelar lapak ini kelak akan tutup atau bangkrut, maka bagaimana nasib produk kita. Jika itu terjadi maka brand-lan yang sejatinya bisa menyelamatkan.

Berbeda dengan website yang 100% bebas merdeka karena secara fisik ia berdiri sendiri, tidak menumpang atau menyewa kepada pihak lain, maka otomatis orang tentu akan lebih mudah mengenali brand kita.

*Selain itu, kekuatan brand inilah yang membuat sebagian orang lebih nyaman berbelanja di website dibandingkan marketplace, meski dalam sistem transaksinya tidak melibatkan pihak ketiga sekalipun, karena mereka lebih trust dalam segi kualitas produk.

*Tantangan yang kedua adalah soal kredibilitas toko kita yang bisa jatuh akibat rating buruk dari konsumen, karena marketplace menampilkan hasil review berupa rating (bintang). Yang lebih fatal, toko kita juga bisa dibanned oleh pemilik marketplace karena hal tersebut. 

Lalu, Manakah yang Lebih Baik?


Belum, kita belum berada pada tahap final untuk menentukan siapa juaranya.

Sekarang, saya akan mengajak kalian untuk mencari titik temu melalui sebuah pengalaman saya dan orang terdekat saya saat terjun langsung menjalani bisnis online.

Yuk, Mari Kita Mencari Titik Temu!


Pengalaman Suami Berbisnis Toren Air secara Online


Selain bekerja sebagai karyawan, suami saya yang sejak lama memiliki minat besar terhadap dunia internet marketing juga mencoba menjajal peruntungan dengan menjadi seorang marketer tangan pertama sebuah produk toren air.

Hanya bermodalkan laptop dan handphone, suami Alhamdulillah sudah meraih untung yang lumayan banyak, salahsatu kuncinya yakni dengan memasarkan produk kita di mesin pencari google melalui teknik optimasi keyword/SEO. Sebetulnya ia juga menggelar lapak di marketplace. Namun, traffic yang datang jauh lebih sedikit.

Menurutnya, salahsatu keuntungan berjualan via website yakni, ia mampu menjadi sebuah aset digital, karena semakin lama dan semakin banyak traffic yang masuk, maka semakin besar kemungkinan kita akan unggul dalam persaingan sengit di mesin pencari google.

Selain itu, website ternyata sangat cocok untuk menjangkau segmen pasar tertentu.

Ya, barang berukuran besar dan berat serta bernilai transaksi besar seperti toren air tentu orang jarang sekali mencarinya di marketplace karena pasti banyak pertimbangan didalamnya, termasuk salahsatunya tentang kemudahan dalam berkomunikasi antara seller-buyer, terlebih terkadang barang seperti toren air ini, calon pembeli memiliki banyak spesifikasi khusus terkait produk dan teknik pemasangannya, sehingga mereka lebih nyaman jika mencari produk tersebut via google karena akan lebih banyak informasi yang didapat, karena lebih mudah untuk berkoordinasi dengan seller.

Jadi kesimpulannya, untuk barang tertentu, orang terkadang lebih nyaman mencarinya via mesin pencari dibandingkan marketplace. 

Itulah juga yang akhirnya membuat suami kini perlahan berencana mencoba jenis bisnis lainnya seperti alumunium, properti, hingga ekspor salahsatu bahan perkebunan dengan memanfaatkan peluang berbisnis via website. Alasannya itu tadi, karena website mampu menyentuh segmen pasar tertentu serta bisa menjangkau pasar global tak seperti marketplace yang jangkauannya terbatas di dalam negeri saja.

Namun, bukan berarti barang yang mainstream tidak memiliki peluang lho, justru dengan website  produk mereka lebih berpeluang untuk closing lebih banyak, nggak percaya?. Yuk, simak cerita kedua saya !

Pengalaman Saya Menjadi Reseller Sebuah Produk Hijab



Menjadi satu dari ribuan reseller Sarah Hijab, membuat saya belajar banyak tentang ilmu bisnis dari sistem bisnis yang diterapkan Sarah Hijab yang kini melebarkan sayapnya dengan merintis Sarah Kids, hijab khusus anak-anak.

Sarah Hijab ini merupakan contoh  bisnis yang perkembangannya sangat cepat, faktornya karena mereka memanfaatkan banyak kekuatan untuk membangun brand-nya, diantaranya :
1. Kekuatan marketplace
2. Kekuatan social media
3. Kekuatan website toko online
4. Kekuatan membangun jejaring bisnis (terbukti dengan adanya puluham agen dan ribuan reseller yang tersebar hingga ke banyak kota).
Maka, pantaslah jika Sarah hijab mampu closing ratusan paket setiap harinya.

Mereka memanfaatkan marketplace untuk berjualan produknya secara mandiri, dan terbukti, melihat riwayat penjualannya sudah menyentuh angka yang sangat besar, wajarlah jika sudah tersemat predikat "star seller", meskipun saya akui, dari segi harga, mereka mungkin sedikit banyak terlibat dalam area "perang-perangan harga".

Kemudian, website toko online sengaja mereka buat untuk memudahkan berbelanja bagi para pembeli dan resellernya, karena 6 customer service-nya tentu tidak bisa selalu fast response, sehingga keberadaan website menjadi sangat vital.

Saya sebagai reseller pun sangat terbantu dengan adanya website ini, karena kita bisa melihat display produk, harga serta jumlah stok yang tersedia, bahkan ongkos kirim pun sudah otomatis terhitung sehingga sangat mempercepat dan memudahkan ketika berhadapan dengan calon pembeli. 

Selain itu, website toko online juga membantu dalam hal membangun branding Sarah Hijab, sehingga terkesan lebih eksklusif dan profesional. 


Lalu, Apa yang Bisa Kita Petik dari 2 Cerita diatas?


Untuk membangun sebuah bisnis, terutama bisnis yang baru, ada baiknya kita memanfaatkan semua peluang yang tersedia. Manfaatkanlah peluang itu, meski kecil sekalipun. Seperti suami saya yang tetap memanfaatkan "kolam" marketplace meski "ikan" yang terjaring mungkin tak sebesar website, namun tetap ada peluang closing dari sana.

Terlebih, saat ini, banyak juga lho, produsen besar yang juga memasarkan produknya di marketplace, seperti beberapa tahun yang lalu, saya  dan suami  sempat mencari produsen sarung untuk diekspor ke salahsatu negara di Afrika , sebelum survei ke tempatnya langsung, kami mencarinya via internet dan ternyata tidak sedikit produsen besar yang langsung memasarkan produknya di marketplace selain di website bisnis.

Begitu juga Sarah Hijab, meski posisinya sudah cukup kuat di marketplace, namun ia tetap memanfaatkan kekuatan website untuk membangun branding dan jejaring bisnisnya (agen dan reseller).

Karena, pada kenyataannya, tidak semua orang nyaman berbelanja di marketplace,  website yang memiliki kesan profesional karena lebih unggul dalam hal branding, membuat kita terkadang lebih trust, baik dalam hal pelayananan maupun kualitas produk itu sendiri.

Dengan adanya website, membuat Sarah Hijab mampu tampil menjadi sebuah bisnis yang memiliki performa dan kredibilitas yang baik sehingga mampu bertahan ditengah gempuran bisnis online terutama bisnis hijab yang persaingannya cukup sengit.

Jadi, kesimpulannya, selagi tidak ada larangan, selagi mampu, maka manfaatkan peluang yang ada, sekecil apapun itu, karena keduanya memiliki kelebihan sehingga bisa saling melengkapi dan bisa jadi solusi untuk tantangannya masing-masing.

Terlebih, kita harus waspada dengan berbagai kemungkinan buruk yang timbul dari kedua belah pihak. Marketplace misalnya, tidak ada yang menjamin bahwa perusahaan pengembangnya kelak akan bangkrut, maka peran website tentu akan sangat vital dalam membangun branding produk serta kredibilitas toko online kita.

Mengubah Tantangan Menjadi Solusi dengan Bersinergi




Bagi saya, tantangan ada bukan untuk ditakuti atau bahkan jadi sekadar alasan yang membuat kita gentar. Karena sejatinya, setiap pilihan bisnis yang kita ambil, ia selalu menyediakan tantangannya tersendiri. Begitupun untuk menjaring Peluang bisnis di era 4.0 ini, kita harus jeli dan cermat mengubah setiap tantangan menjadi solusi.
Namun, sebelum kita beranjak kesana, saya akan membahas 3 mindset penting dalam berbisnis online, apa saja?

1. Bisnis online bukan hanya sekadar perang-perangan harga.
Ya, kuncinya ada pada kualitas, kalau kita yakin kualitas produk kita bagus dan pembeli akan puas bahkan repeat order, untuk apa ikut dalam pertarungan yang sengit tersebut?

2. Branding, itu Penting!
Branding penting untuk meningkatkan image produk dan perusahaaan secara keseluruhan, manfaat branding ini banyak sekali, diantaranya untuk mengendalikan pasar, sebagai pembeda, serta meningkatkan loyalitas pelanggan.

3. Semua Butuh Proses
Jika mie instan saja butuh proses untuk membuatnya, bisnis kita pun butuh proses yang mungkin akan mengorbankan banyak waktu, tenaga, bahkan uang. Maka, baik berjualan di marketplace maupun website, untuk memperoleh kesuksesan, tidak ada yang instan!

Lalu, Apa Saja yang Bisa Kita Optimalkan dengan Bersinergi?

Dalam Hal Jangkauan Pasar


1. Membuat toko online yg berkualitas,  baik di marketplace maupun website karena bisa mempengaruhi traffic, contohnya membuat deskripsi toko yang jelas,termasuk alamat dan nomor kontak yang mudah dihubungi, serta link toko di website/marketplace. Intinya, buatlah sebuah toko online yang profesional.

2. Untuk website, kita harus membuat website dengan tampilan yang responsif dan SEO friendly, bahkan menurut saya alangkah baiknya jika website kita tidak hanya digunakan untuk display produk dan aktivitas jual-beli saja, namun kita bisa memasukkan update informasi seputar produk knowledge maupun artikel informatif yang ada kaitannya dengan produk kita karena itupun bisa bantu mendatangkan traffic. Serta, penting juga untuk membuat konten tersebut secara rutin.

3. Optimasi website kita dengan banyak cara, salahsatunya dengan teknik SEO, bahkan kita bisa menyewa seorang programmer/web developer untuk mengelola website kita agar bisa unggul di mesin pencari. 

4. Untuk marketplace, toko kita kita harus selalu update  dengan algoritmanya yang berubah-ubah sesuai kehendak si pemilik marketplace, maka dengan itu tak perlu terikat dengan perang-perangan harga, lakukan optimasi keyword, hashtag, dan lain sebagainya.

5. Memanfaatkan kekuatan sosmed, bangun toko di Instagram, Facebook, dll. Miliki followers yang banyak, kemudian optimasi. O ya, seperti poin 1, jangan lupa cantumkan link akun/toko online kita di marketplace/website.

6. Oh ya, kita juga bisa memberikan promosi khusus via sosmed misalnya dengan menawarkan diskon khusus atau e-book gratis sehingga nantinya bisa menjaring calon konsumen melalui database email, hal ini tentu sangat membantu dalam retargetting pasar. Gunakan teknik copywriting untuk meningkatkan daya tarik produk kita.

7. Terakhir, kita juga bisa membangun sistem keagenan (agen, reseller, marketer) untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Dalam Hal Kredibilitas


1. Selain toko yang harus terlihat profesional, produk yang kita jual pun harus berkualitas dan terlihat menarik, misalnya dengan membuat foto produk yang eksklusif, deskripsi yang jelas dan meyakinkan, bahkan garansi kepuasan.

2. Karena sistem marketplace menampilkan penilaian/review dari pembeli yang bisa mempengaruhi kredibilitas toko online, maka sebisa mungkin kita harus memberikan service excellent (misalnya ramah dan fast response saat menjawab chat/keluhan, dalam hal packing, dan lain-lain). Ini penting sekali untuk membangun reputasi bisnis dan loyalitas pelanggan. Hal ini juga berlaku di website toko online.

3. Khusus di website, kita bisa membuat kanal khusus yang memuat testimoni dari para pembeli, atau kanal tentang saran, keluhan, dan lain sebagainya, ini juga penting sebagai sarana berinteraksi dan membangun feedback dan "ikatan emosional" dengan konsumen.

4. Mengenai sistem transaksi, khusus di website kita harus membuat senyaman mungkin bagi calon pembeli, misalnya dengan membuat sistem atau alur khusus yang mudah, praktis, dan trusted meskipun tanpa pihak ketiga, misalnya setelah selesai proses pembayaran maka otomatis pembeli terhubung dengan link WhatsApp khusus untuk konfirmasi.

5. Penggunaan nama domain untuk website berpengaruh juga lho terhadap kredibilitas toko online kita, maka sebaiknya gunakan nama domain sesuai brand/nama toko online kita. Nah, untuk menentukan nama toko online sebaiknya gunakan nama yang brandable, sesuai niche produk kita.

6. Penggunaan fasilitas email profesional juga penting lho untuk menunjang kredibilitas toko online kita agar toko online kita terlihat lebih eksklusif dan profesional. Bandingkan, lebih profesional mana antara email kopipanghegar@gmail.com atau kopi@panghegar.com?


Saatnya Bisnismu Naik Kelas dengan Memilih Jasa Layanan Domain & Hosting yang Berkualitas



Seperti yang kita bahas tadi, website memiliki peran yang vital dalam menunjang performa dan kredibilitas bisnis kita. Saya juga sudah menuliskan beberapa cara untuk mengoptimalkan kinerja website kita, namun ada satu hal utama lagi yang harus kita perhatikan dan ini sangat penting sekali, yakni kita harus memilih jasa/layanan web hosting yang berkualitas karena ini berkaitan erat dengan performa website kita.


Ada 4 poin penting dalam memilih layanan web hosting, diantaranya :

1. Up time 
Kita harus memastikan, jasa web hosting yang kita pilih memiliki uptime kurang lebih 99% untuk menghindari error message atau blank saat customer mengunjungi website.

2. Security Guarantee
Website toko online kita memuat banyak hal penting seperti data perusahaan, list alamat email, credit card, password, dan lain-lain, sehingga kita harus memastikan data tersebut akan terproteksi dengan baik melalui fasilitas yang ada pada jasa web hosting yang  kita pilih. Oh ya, pertimbangkan juga hal lain seperti pendeteksi, perbaikan malware dan kerentanan lainnya serta domain privacy untuk mencegah hack dan pencurian identitas. 

3. Back Up Content Site
Data-data yang tersimpan dalam webiste kita harus di back up oleh web hosting provider untuk menjaga data-data perusahaan, serta menghindari human error.

4. Customer Service
Kita harus memilih web hosting provider yang menyediakan layanan 7/24 agar jika sewaktu-waktu kita mengalami trouble berkaitan dengan performa website, maka penangananya akan cepat.

Nah, untuk kalian yang sedang atau bahkan baru mulai membangun bisnis online, saya merekomendasikan Rumahweb sebagai partner yang akan bantu menyediakan jasa layanan hosting yang aman dan berkualitas.

Kenapa Memilih Rumahweb ?






Sejak didirikannya pada tahun 2002, Rumahweb Indonesia  tumbuh menjadi salah satu perusahaan hosting terbesar di Indonesia karena telah melayani lebih dari 14.000 domain pelanggan. Dalam perjalanannya yang berawal dari 1 server, Rumahweb terus berkembang dan kini telah memiliki lebih dari 30 server untuk melayani hosting dan VPS/Cloud. Tak hanya itu Rumahweb juga menyediakan fasilitas dan service yang siap membantu kita menjawab tantangan dalam berbisnis online, diantaranya :

1. Layanan 24/7
Rumahweb menyediakan tim technical support dan customer service siap membantu kita kapan saja, nonstop selama 24 jam, 7 hari.

2. Jaminan Uptime 99%
Rumahweb Indonesia memberikan jaminan konektivitas internet pada server hosting sebesar 99% uptime per bulan, sehingga kita tidak perlu khawatir akan adanya error message atau blank saat customer mengakses website kita.
O ya, Rumahweb selalu melakukan maintenance rutin Untuk menjaga performance server.

3. Jaminan Keamanan Data
Dalam hal keamanan data, jangan khawatir, karena Rumahweb Indonesia memberikan jaminan keamanan data pelanggan meliputi data file web, database, dan e-mail dengan pengecualian, resiko terhadap keamanan data tersebut tidak ditimbulkan oleh pelanggan sendiri.

4.  Menggunakan Teknologi Cloud Computing dan Hardware Terbaik
Untuk menjamin kepuasan pelanggan, Rumahweb menggunakan teknologi yang canggih dan berkualitas dalam mendukung performa layanan, diantaranya Supermicro Server, cPanel, centOS, dan Parallels Virtuozzo.

5. Parallels Certified Service Provider
Tidak hanya sekadar menggunakan teknologi Parallels, yang menjadi nilai plusnya,  Rumahweb juga telah menjadi Parallels Certified Service Provider. Sehingga melalui sertifikasi ini,  secara otomatis Rumahweb telah memenuhi persyaratan teknis dan administratif untuk menyelenggarakan layanan virtualisasi berbasis teknologi Parallels Virtuozzo. Sertifikasi ini sekaligus juga merupakan pengakuan internasional terhadap reputasi, kemampuan, dan kehandalan infrastruktur Rumahweb Indonesia.

6. Acredited Registrar
Rumahweb Indonesia merupakan ICANN Acredited Registrar dan PANDI sejak tahun 2012 sehingga reputasi dan kualitasnya sudah sangat teruji tentunya.

So, buat kalian yang ingin memilih layanan Hosting Murah namun berkualitas, jangan ragu untuk memilih Rumahweb karena akan sangat membantu tingkatkan performa website toko online kita melalui berbagai kelebihan yang ditawarkan.

Fitur domain yang tersedia di Rumahweb

Seperti yang saya jelaskan tadi, salahsatu elemen penunjang agar bisnis kita memiliki kredibilitas yang baik di mata calon konsumen, kita bisa lho memanfaatkan fitur email profesional. Nah, Rumahweb juga menyediakan layanan fitur email profesional dengan berbagai pilihan sesuai kebutuhan bisnis kita.


Nah, itu tadi penjelasan dan opini saya seputar peluang bisnis online di marketplace dan website yang semuanya saya tulis berdasarkan referensi ilmu digital marketing dari berbagai sumber serta pengalaman berbisnis online dari saya dan orang terdekat. Semoga mencerahkan dan bisa menambah insight baru seputar peluang bisnis online. Selamat mencoba berbisnis dan jangan ragu untuk mengambil setiap peluang yang ada agar bisnis kita mampu menghadapi tantangan-tantangan baik hari ini maupun di kemudian hari.

Terimakasih, Salam Bahagia

Meila Hani



8 Comments

  1. Wah lengkap banget mba tulisannya. Jadi mau coba beli domain di rumah web nih. Apalagi banyak fasilitas yang memadai ya. Kereeen. Makasih sharingnya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak, mudah-mudahan tulisan saya bermanfaat :). Iya Mbak, banyak fasilitas di rumahweb yang bisa bantu mendukung kesuksesan bisnis online kita, beberapa diantaranya sudah saya sebutkan diatas.

      Delete
  2. Menurut saya website dan marketplace memang sebuah sinergi. Yang semuanya akan meningkatkan performa bisnis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, apalagi sekarang persaingan bisnis makin menggila, jadi harus pintar-pintar memanfaatkan peluang yang ada.

      Delete
  3. Super lengkap sekali penjelasannya, masyaallah. Dulu saya juga pernah jualan online, tapi cuman pakai website aja, share ke FB, Ig belum menyasar marketplace. Memang harusnya bersinirgi biar bisnis makin berkembang. Trims sharingnya, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, makin kesini persaingan bisnis makin besar sehingga kalau bisnis kita mau berkembang sebaiknya menyinergikan semua peluang yang ada. Sama-sama, semoga bermanfaat ya :)

      Delete
  4. Pada dasarnya memang marketplace dan website punya nilai positif dan negatifnya masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya saja ya. Bisa saling melengkapi atau bagaimana terserah kita memanagenya.

    Kita juga nggak bisa tutup mata sih dengan perubahan pola belanja konsumen. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, betul sekali Mbak, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya ya, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki keduanya.

      Delete